Komunitas Bukittinggi Peduli Asi

logo bpa

Kecintaan dalam menyemangati ibu-ibu untuk menyusui mempertemukan saya dengan Ibu-Ibu hebat yang sedang merintis sebuah komunitas menyusui di Bukittinggi. Ajakan untuk bergabung saya sambut dengan senang hati karena memang sudah lama saya ingin mengikuti komunitas seperti ini. Disamping bisa membantu ibu-ibu menyusui sekaligus sebenarnya juga menyemangati diri sendiri untuk tetap konsisten memberikan ASI untuk sikecil.

Dengan adanya komunitas sebenarnya membuat kita merasa lebih semangat lagi karena bertemu dengan teman-teman yang punya visi dan misi yang sama. Terlebih lagi masing-masing punya pengalaman jatuh bangun dalam menyusui. Sebagaimana kita tahu menyusui itu nggak semudah yang kita bayangkan. Banyak sekali rintangan yang bakal bikin up and down. Kurangnya ilmu dalam menyusui, bisa jadi salah satu penyebab kenapa banyak dari kita yang sering menyerah. Nah dengan adanya komunitas sedikit banyak akan membantu kita dalam memecahkan masalah, sekaligus sebagai tempat curhat bagi ibu-ibu baru yang galau dalam menyusui.

dsc_1430

Alhamdulillah walaupun baru merintis kami sudah melakukan beberapa kali event dalam rangka edukASI ke masyarakat dan ibu-ibu menyusui. Yah tidak gampang memang untuk memulai sesuatu yang sifatnya sukarela. Permasalahan dana, tenaga sukarela, semangat yang maju mundur kadang menjadi rintangan-rintangan kecil untuk menguji keseriusan kami. Tapi Alhamdulillah kami selalu menguatkan satu sama lain untuk tetap bergerak bersama untuk kemajuan Komunitas ini.

Seperti yang disampaikan oleh Bunda Elsa selaku Divisi SDM dan Pengembangan Organisasi AIMI Sumbar yang perlu saya ingat-ingat bukan hanya untuk sebuah komunitas tapi juga dalam kehidupan pribadi

“Meskipun tanpa imbalan, tanpa gaji dan secara sukarela, yakinlah akan ada sesuatu yang bermakna dan berarti yang bisa didapatkan. Sesuatu yang tidak bisa dinilai dari uang. Menjadi berdaya dan berarti bagi orang lain adalah pengalaman yang tidak terlupakan. Anggap ini Jalan Dakwah, mungkin orang kaya bisa bangun mesjid dengan uanganya. Kita yang orang biasa ini berharap jadi amalan baik kita di akhirat nanti”

Nah bagi bunda-bunda khususnya sekitaran Bukittinggi dan Agam yang merasa membutuhkan untuk bergabung dengan komunitas ini silahkan bergabung bersama kami di Bukittinggi Peduli ASI. Insya Allah kami akan senantiasa membantu dan membersamai Ibu-Ibu dalam menyusui.

 

Iklan

Menyusui Itu Mudah

image

Pekan Asi Sedunia, wah baru nyadar ternyata penggalakan ASI ada pekan nya juga. Secara karena saya masih baru didunia per ASIan saya baru tahu sebegitunya ASI dikampanyekan bukan di indonesia saja tapi juga dunia. Hmm saluut..

Sebagai ibu yang bekerja dan juga menyusui saya sangat bangga dan bersyukur dong. Apalagi tema (PAS) Pekan Asi Sedunia tahun ini “Menyusui dan Bekerja” memang pas banget buat saya. Namun semua itu nggak segampang yang dikira lho sodara-sodara.
Lanjutkan

Pejuang Asi, Semangat ngAsi..!!

image

Bagi seorang ibu yang bekerja seperti saya untuk memberikan asi Ekslusif harus benar-benar dengan tekad yang kuat. Banyak sekali hal yang bisa membuat saya menyerah, seperti soal membagi waktu, ketelatenan dalam nyetok asi dan sebagainya. Belum lagi masalah psikis akan kesibukan dikantor dan rumah yang kadang cenderung mengundang stres padahal dilain sisi saya harus menjaga fikiran untuk tidak stres agar kualitas dan kuantitas asi tetap terjaga.
lanjutkan

A Self Reflection : Mengingat Kembali

image

Tahun 2014 termasuk tahun jarang ngeblog bagi saya, terhitung hanya 17 tulisan yang berhasil diposting selama tahun ini. Hampir semua tulisan berkesan bagi saya (walau tak ada yang bagus :mrgreen: )namun yang paling berkesan adalah tulisan yang berjudul “Bersyukur Kepada Allah“. Dalam tulisan ini, saat itu saya benar-benar merasa bersyukur atas keputusan yang telah saya ambil yakni “menikah”. Benar sekali adanya ketika kita galau dalam memutuskan sesuatu lalu kita pulangkan kepadaNya ternyata memberi ketenangan dan mengalirkan rahmat yang tidak berkesudahan dalam hidup kita.
Lanjutkan

Pengalaman Operasi Caesar (2)

Menyambung cerita dari postingan sebelumnya setelah segala selang dan suntikan dipasangkan lalu saya digiring ke ruang operasi jalan kaki aja hehe. Ruanganya tidak begitu besar yang pasti dingin sekali dan disana sudah menunggu seorang laki-laki lengkap dengan pakaian biru-birunya dan mulut yang tertutup.

Setelah disuruh berbaring kemudian infus ditangan saya di utak-atik sama laki-laki tersebut, sambil ngoceh “ah maleh kalo infus macet-macet ko” (males kalo infus macet kayak gini). Lalu jarum yang ditangan juga dipencet kasar, hadew dia pikir tangan saya apaan kali ya.
lanjutkan

Pengalaman Operasi Caesar (1)

image
sumber : google

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya menyerah melahirkan normal karena pembukaan yang terlalu lama plus tekanan mental karena berada disebelah pasien yang menjerit-jerit menjalani proses melahirkan. Tindakan operasi sebenarnya permintaan saya sendiri yang kemudian disetujui oleh dokter. Saya pun kurang tau apakah tindakan medis untuk mengupayakan lahiran normal sudah maksimal atau belum sehingga saya diizinkan untuk di caesar.

Sesuai prediksi dokter tanggal 27 September pagi saya menuju RS bersalin karena sudah ada tanda mau melahirkan walaupun saya tidak merasakan sakit apa-apa. Mungkin juga karena pengalaman pertama saya langsung latah menuju RS padahal bisa saja belum sakit karena belum ada pembukaan. Setelah diperiksa ternyata benar belum ada, namun saya langsung dirawatinap.

Continue reading “Pengalaman Operasi Caesar (1)”