Kenangan Bersama Nunik

Ketika akan meninggalkan pasaman barat salah satu yang membuat saya sedih adalah berpisah dengan nunik. Banyak sekali kenangan bersama nunik, apalagi mengingat kepolosan dan keluguanya membuat saya tersenyum sendiri jika mengingat itu semua.

Salah satunya ketika kami bertemu sekawanan babi.
Sewaktu ibu nunik baru-baru meninggal saya sering sekali diajak ke kuburan ibunya yang letaknya agak jauh dari pemukiman, persisnya di dekat kebun sawit. Waktu itu kita berniat buat ngasih rumput-rumput kecil dan bunga di kuburan ibunya. Ketika lagi asik nanam-naman bunga saya melihat sekawanan binatang berlarian beriringan lewat tak jauh dari tempat kita. Karena saya kira nunik sudah biasa kesini, saya mengira pemandangan tersebut mungkin wajar saja bagi nunik dan saya pun santai saja. Namun ketika saya belum selesai berfikir akan hal tersebut nunik seketika melempar perkakasnya dan berlari menghidupkan motor dan mengajak saya kabur. Saya yang kebigungan hanya bisa nurut, dan ternyata belakangan saya tahu binatang tersebut babi hutan.

Yang paling dramatis yang pernah kami alami adalah ketika mengejar maling yang waktu itu pernah saya post di sini.

Sama dengan namanya “nunik” dia memang orang yang unik. Kelucuan dan kepolosannya bukanlah sesutu yang dibuat-buat tapi memang begitulah orangnya, natural dan apa adanya.

Seperti dia bercerita tentang lampu yang sudah semingu mati dirumahnya. Waktu itu dia mengira bapaknya belum bayar listrik. Karena sudah beberapa hari suami nunik inisiatif untuk pergi ke kantor tersebut untuk membayar, namun ternyata listrik sudah dibayar sang bapak. Dengan nada agak emosi suami nunik protes kenapa lampu dirumahnya mati bla bla bla, namun pegawai tersebut menyuruh suami nunik untuk menemui atasanya besok hari.

Dirumah nunik tiba-tiba teringat untuk melihat sekring listrik dan ternyata benar sekring nya jatuh alias kejepret. oalaahhh nukk nukk…:mrgreen:

Daan masih banyak lagi kenangan saya bersama nunik. Meskipun demikian nunik sebenarnya pintar, terlihat dari antusiasnya belajar internet. Dia sering banyak nanya dan lumayan kritis kalo ngasih pertanyaan hehe. Pernah juga waktu itu dia kekeuh minta dibikinin blog, setelah saya buatkan dia semangat sekali menulis (awal-awalnya) namun dia nulisnya dikertas dan saya di paksa buat ngetikin di kantor esok harinya.

Sekarang nunik kereeen, dia udah punya usaha sendiri bikin bros bunga renda yang katanya dia pelajari dari youtube. Alhamdulillah bikinanya paling laris se pasaman barat. hehe..

image

bros bunga nunik

Bersama nunik saya sering diajak jalan-jalan dengan motornya. Walaupun hanya melewati kebun sawit, lihat air di bendungan, lihat kolam ikan larangan, atau hanya sekedar keliling-keliling saja namun bagi saya itu adalah lebih dari cukup. Ya lebih dari cukup bagi perantau yang kesepian dinegeri orang, yang cuma bisa mengurung diri di kos karena nggak punya kendaraan. Dan nunik juga yang sering menyelamatkan perut saya dari kelaparan dengan masakanya.

Ah…. Nunik….

One thought on “Kenangan Bersama Nunik

  1. Kenangan dengan teman baik selalu akan jadi kenangan. Beda kan dengan teman yang suka membenci kita, hehe…
    Selamat bertugas ditempat baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s