Pejuang Asi, Semangat ngAsi..!!

image

Bagi seorang ibu yang bekerja seperti saya untuk memberikan asi Ekslusif harus benar-benar dengan tekad yang kuat. Banyak sekali hal yang bisa membuat saya menyerah, seperti soal membagi waktu, ketelatenan dalam nyetok asi dan sebagainya. Belum lagi masalah psikis akan kesibukan dikantor dan rumah yang kadang cenderung mengundang stres padahal dilain sisi saya harus menjaga fikiran untuk tidak stres agar kualitas dan kuantitas asi tetap terjaga.

Seperti yang pernah saya baca bahwasanya tidak ada namanya asi yang tidak cukup, karena asi akan selalu mencukupi kebutuhan selama ada permintaan. Hanya saja kelancarannya sangat tergantung dengan perasaan si ibu yang mesti harus happy selalu dan harus menghindari pikiran-pikiran negatif.

Nah lagi-lagi bagi ibu yang bekerja seperi saya hal ini tentunya juga tidak mudah. Sering kali saya merasa tidak percaya diri apakah mungkin asi nya cukup ditengah kesibukan saya dikantor dan dirumah. Apalagi begitu banyak teman-teman kantor yang menyerah untuk memberikan anak-anaknya susu formula.

Pemahaman tentang pentingnya asi juga belum begitu merambah ditempat saya bekerja. Terbukti dengan tidak tersedianya ruangan khusus untuk pumping atau ruangan khusus untuk ibu menyusui. Padahal dalam Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2012 sudah dijelaskan bahwasanya tempat kerja atau sarana umum harus mendukung program pemberian asi ekslusif. Alhasil saya jadi sering mencuri waktu agar bisa pulang untuk menyusui.

Sebagai ibu menyusui yang bekerja edukasi tentang asi tentu tidak cukup untuk saya sendiri. Saya juga harus bisa memberi pemahaman kepada orang disekitar saya terutama yang mengasuh anak saya saat saya bekerja. Bagaimana cara memberikan asi perahan, cara membersihkan peralatan setelah digunakan dan hal-hal lainnya. Tidak dipungkiri masih banyak yang meragukan manfaat asi apalagi asi perahan yang disimpan dalam kulkas untuk waktu yang lama. Mereka yang tidak paham banyak mengira bahwa asi perah yang disimpan telah basi atau dengan kata lain tidak layak dikonsumsi. Padahal asi perah yang sudah disimpan berbulan-bulan pun jauh lebih baik dari pada susu formula terbaik sekalipun.

Tidak heran kenapa seorang ibu yang berusaha untuk memberikan asi untuk buah hatinya disebut sebagai pejuang asi, melihat banyaknya rintangan dan halangan yang dihadapi si ibu. Sesaat saya teringat kembali dengan seorang ibu pejuang asi sejati yang meninggal karena kecelakaan kereta api saat mengantar asi perahan buat bayinya (kisahnya disini). Kejadian yang cukup mengharukan sekaligus memberi semangat buat saya untuk tetap optimis dan semangat memberikan asi untuk ghifar walau apapun rintangannya. Semoga Allah memudahkan.🙂 aamiin

14 thoughts on “Pejuang Asi, Semangat ngAsi..!!

  1. MS berkata:

    semangat ya Izza..
    iya ada anggapan orang2 tua yg bilang ASI basi kl taruh kulkas, pastikan suhu kulkasnya memang betul, kl perlu beli juga termometer kulkas

    • iya bundo… memang agak susah menyamakan persepsi dengan orang2 tua..alasanya krn kita belum pengalaman sdgkan mereka sdh byk pemahaman bgm mengasuh anak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s