Caesar vs Normal

Alhamdulillah akhirnya si dedek lahir juga mundur sehari dari prediksi dokter. Eh sebenarnya tepat tanggal 27 pagi nya sih udah ada tanda-tanda mau melahirkan, namun setelah ditunggu 24 jam gak ada kemajuan apa-apa padahal darahnya udah netes-netes, akhirnya saya memutuskan caesar saja keesokan harinya, keputusan pengecut dan bodoh yang saya akui dikemudian hari.

Sebenarnya persiapan untuk melahirkan normal udah lumayan pol-pol an mulai dari keliling lapangan kantin bukittinggi beberapa kali, sampai naik turun janjang 40 3 kali bolak balik. Yah emang gak rutin tapi lumayan toh ditambah juga dengan aktifitas dirumah yang ditingkatkan, mendadak rajin mondar mandir dari hal yang penting sampai mindahin tisu kotor satu persatu ke tong sampah dengan alasan biar banyak gerak.😀

Daan semua itu jadi percuma saja ketika saya memutuskan “operasi aja”. Hmm… banyak faktor sebenarnya, mulai dari rasa sakit yang tidak begitu terasa padahal perut udah kenceng banget, sampai alasan karena dokternya cowok. Hadew… emang sih awalnya saya memilih melahirkan di bidan saja, namun pertimbangan keluarga berbeda karena kalau di bidan katanya ntar repot kalau mesti dirujuk lagi ke rumah sakit. Akhirnya saya manut saja walau separuh hati masih galau dan terbayang wajah buk bidan.

Sekian banyak wanita mampu melahirkan normal, lalu kenapa saya tidak bisa? ini adalah kalimat penguat dan penyemangat yang selalu terngiang ditelinga. Shireen sungkar dan arumi batchin aja bisa lahiran normal kenapa saya tidak? Hmm lalu apa hubungannya saya dengan mereka ya ? hehe😀

Nah awalnya semangat itu memang ada tapi ketika proses itu mulai dilalui ternyata memang tidak segampang yang saya bayangkan. Sakit ya pastilah,..gak enakan karena dokternya cowok, ya iyalah, ditambah proses pembukaan yang begitu lamaaa.. membuat saya makin gak tenang resah dan gelisah. Dan ada satu hal lagi, saya harus menyaksikan dan mendengar sendiri teriakan, rintihan pasien sebelah saya yang sedang melahirkan, kebetulan.kami hanya dipisahkan oleh tirai saja. Owh My God… rasanya saya pengen kabur, bisa gak lahiranya ntar2 aja😀
Sontak semua semangat dan keberanian saya menguap, menjatuhkan mental dan memaksa saya akhirnya mengibarkan bendera putih. Ok saya menyerah….

Dipikir lahiran caesar itu lebih gampang dan mudah kali ya hingga saya berani memutuskan IYA. Dan ternyata rempong banget ciiinnn…sumpah…, saya kehilangan banyak hal mulai dari IMD, gak bisa nyusuin dedeknya selama dua hari karena gak bisa bangun, isi perut serasa habis diobrak abrik terasa sakit mau ngapa2in, miring kiri sakit, miring kanan sakit, duduk apalagi, wah pokoknya hancur minah rasa tubuh ini. Saya merasa benar-benar menjadi manusia lemah dan tidak berdaya mesti di bopong kemana-mana, dibantuin kalo mau ini mau itu, aah… ini toh rasanya di caesar. Mau lagi????

Kesimpulannya caesar maupun normal sama aja,..yang beda mungkin hanya waktu kita merasakan sakitnya. Kalau normal rasa sakit yang teramat sakit dirasakan sesaat saja, kalau caesar sakitnya di cicil namun proses penyembuhannya yang lama. Jadi bagaimanapun saya tidak akan bisa lari dari rasa sakit meski memilih di caesar sekalipun.

Hmm… dari semua itu saya belajar bahwasanya sakit itu memang harus dilalui. Untuk menjadi seseorang yang dibawah telapak kakinya akan diletakkan surga tentu tidaklah dengan mudah dan gampang begitu saja. Maka pada setiap perempuan mari kita menikmati rasa sakit terindah itu ^_^

welcome to my world my little boy
Ghifar Althaf Maulana
28 September 2014

image

semoga jadi anak yg sholeh …

27 thoughts on “Caesar vs Normal

  1. Welcome Ghifar! Im so proud of you Mba Izza… Apapun cara yang dipilih, perjuangan seorang ibu memang luar biasa. Semoga Ghifar tumbuh dengan sehat dan jadi kebanggaan orang tuanya ya!🙂

  2. Selamat yaaa…semoga menjadi anak yang sholeh penyejuk hati kedua orang tua..aamiin..

    Waah di OP…??
    Kalau disini, selama masih memungkinkan normal, dokter tidak mau mengoperasi, tp kalau sudah dicoba sampai maksimal, dan kelihatannya membahayakan janin dan ibu, maka tindakkan operasi baru dilaksanakan, dan disini bidan yg berperan dlm lahiran normal, dokter hanya memantau saja, dan memeriksa terakhir.

    Semoga lekas pulih yaaa…
    Oh ya disini hari kedua sudah harus bangun dan jalan sendiri🙂

  3. Menurut aku urusan caesar atau ngga, sama kayak ibu bekerja atau ibu rumah tangga, ASI atau tidak, kita tidak bisa menjudge seseorang karena pilihannya, tentu orang memilih begitu punya alasan dan urgensinya masing-masing, dua anakku lahir normal, memang rasanya seperti mau mati tapi ngga mati-mati….hehehe…sampai aku mau nyerah saja sampai dibantu zat asam, tapi entah kekuatan apa berhasil juga, adikku Caesar karena dia memang tak bisa melahirkan normal, yang mana yang baiknya saja, temanku ada anak pertama caesar yang ke dua normal ada juga yang pertama normal yang kedua caesar, yang baiknnya saja deh yang penting ibu dan anak sehat selamat.

  4. alo dede bayi…selamat datang di dunia..semoga kelak nanti berbakti kepada orang tuanya ya..dan menjadi anak yang sholeh..aamiin..

    si gizly juga di caesar, uni. Dia juga telat beberapa hari. karena kelilit tali puser.

  5. Alhamdulillah, selamat atas kelahiran putranya. Semoga menjadi anak sholeh, senantiasa sehat, berpikiran cerdas dan kritis, serta bermanfaat. aamiin.

    Gak perlu ada rasa penyesalan, menganggap keputusan pengecut atau bodoh. Dikuatirkan bisa berpengaruh terhadap dedeknya. Istri saya juga operasi caesar kok untuk kelahiran putri saya yang kedua.

  6. Semoga Ghifar Althaf Maulana dan ummi nya sehat, kelak menjadi anak yg shaleh, berbakti kepada orang tua, agama, bangsa dan negara.
    Aamiiin…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s