Aku Terjatuh (masih bisa bangkit lagi)

sumber : sanggemintang.wordpress

Saya termasuk orang yang tidak suka mengendarai sepeda motor. Selain tidak pernah bisa-bisa mengendarainya, saya juga tidak bisa fokus apabila mencoba mengendarainya dijalan raya. Setiap saya mencoba menghindar pada satu titik, motornya malah menuju titik tersebut. Ah rasanya sulit sekali memahami bagaimana teknisnya, bagaimana algoritmanya, flowchartnya dan rumus-rumusnya.  Oleh karena itu saya sangat terkagum-kagum pada pengendara motor yang begitu lihai meliuk-liuk dijalanan.

Ketidakpandaian ini membuat mobilitas saya harus bergantung pada orang-orang. Minta anterin kesana lah, mintak anterin kesitu, terkadang memang nggak enak harus selalu merepotkan, jadi tidak leluasa kemana-mana apalagi didaerah yang tidak ada angkutan umum. Tapi syukurlah selalu ada orang-orang yang selalu menaruh belas kasihan dan bersedia memberikan tumpangan.

Beberapa hari yang lalu  ketika saya harus ke Bank untuk nge print buku tabungan, saya minta tolong nunik untuk mengantarkan. Namun sayangnya nunik tidak bawa kendaraan kekantor, akhirnya saya nekat saja minta tolong sama anak magang yang kebetulan baru masuk. Walaupun belum begitu kenal,  syukurlah dia tidak keberatan.

Dari awal pergi saya tidak ada firasat apa-apa, hanya perasaan tidak enak saja harus minta tolong sama anak magang. Namun belum selesai perasaan tidak enak itu bertengger dipikiran, sebuah sepeda motor yang entah dari mana datangnya menabrak kami dari arah kanan. Saya yang kebetulan duduk menyamping dan juga sedang hamil 7 bulan melayang dengan pinggul kanan mendarat terlebih dahulu ke aspal.

Bingung, dan termangu, terpaku. Kejadian yang begitu cepat membuat saya terdiam namun pelan tapi pasti saya mulai kalut dan khawatir keadaan debay diperut. Orang-orang mulai berdatangan membantu, “berdiri buk..berdiri buk”. Aihh gimana mau berdiri, kaki rasanya sakit sekali, langsung saja saya menangis memikirkan kemungkinan terburuk dari keadaan itu.

Setelah dilarikan ke UGD dan cuma diperiksa tensi, akhirnya saya memutuskan sore harinya untuk memeriksakan keadaan debay ke dokter spesialis kandungan sekalian di USG. Syukur alhamdulillah debaynya nggak kenapa, hanya saja setelah itu saya yang mulai merasakan nyeri dan pegal di bagian kaki kanan, tangan kanan, juga pinggang bagian kanan. Sementara anak magang yang bawa motor luka-luka dibagian kaki dan tangannya. Nggak tau deh yang nabrak gimana…

Setelah kejadian tersebut saya jadi mikir dua kali untuk boncengan sama orang, apalagi dengan keadaan hamil seperti sekarang. Hmmm…semoga bumil yang lain juga hati-hati yaa…dijalanan kecelakaan terjadi bukan hanya terjadi karena kita kurang hati-hati, tapi juga karena ketidak hati-hatian orang lain. so waspada😀

24 thoughts on “Aku Terjatuh (masih bisa bangkit lagi)

  1. Saya ga berani bonceng atau mboncengin orang hamil ataupun ketika saya hamil. Takut kalo ada apaapa trus saya yang disalahin atau bahkan saya yg nyalahin. Nakalnya tapi usia sembilan masih bawa motor sendiri kemanamana, sampe dimarahin orangorang😀

  2. semoga kita lebih berhati2 lagi ya uni, dan semoga dilindungiNya..

    syukur alhamdulillah debay nya ga apa2..dan uni jg mudah2an cepat pulih kembali..

  3. Ry berkata:

    Aduuh mbak jadi syerem mbayanginnya ibu hamil jatoh dari motor.

    Aku pernah loh boncengin sahabat yg lagi hamil 7 bln, super xtra hati2 deh pokoknya. Mana jalanannya naik turun tapi alhamdulillah lancar sih🙂

  4. aduuuh..km gak apa-apa kan zaaa…nanti naik mobil aja..atau minta anterin hubby. Kalo lagi hamil gitu jangan banyak jalan yaaa, biar gak ada kemungkinan2 ky kecelakaan…ngeprint buku tabungan kan bisa diwakilkan. AH.7 bulan. Gak kerasa yaaa ^_^

    • iya bersyukur banget, pdhl yg lain luka-luka… eka,, jilbab yang kamu pake di gravatar ini pashmina ya….gmana makenya biar bisa dalem gt??? (oot)😀

      • mmmm itu lebih kayak selendang sih kak… aku beli kain sifon 2×2 meter, trus jahit pinggir ke tukang jahit. Makenya dilipat dua biar gak terawang trus lilit aja seperti pake kayak pashmina biasa😀

  5. syukur Alhamdulilah tidak apa-apa, makanya aku lebih suka yang membonceng daripada dibonceng, aku yang pegang kendali stir kalau dibonceng bawaannya deg-degan mulu.

  6. ish.. ngeri tante..
    menurut saya sih mending tidak usah kesono kemari sebelum babinya lahir..
    salam kenal tante..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s