Ketika Dilema Meminjamkan Buku

mybooks

Bagi saya buku adalah barang yang sangat berharga. Walaupun tidak begitu banyak, menjaganya dan melihatnya tersusun rapi memberikan kebahagiaan tersendiri buat saya. Namun adakalanya saya sering kali was-was ketika ada tamu datang lalu mencoba melirik-lirik koleksi saya. Ah rasanya saya cemburu sekali, saya takut apabila mereka memegang seenaknya, membolak-balik dengan kasar atau malah melipat-lipat lembarannya.

Pengalaman yang sering saya alami membuat saya sangat protective terhadap buku-buku tersebut. Tamu yang datang lebih sering hanya iseng saja melihatnya tanpa memiliki keinginan minat baca dan kecintaan pada buku yang sebenarnya. Karena saya tahu persis siapa saja teman-teman yang memang memiliki hobi yang sama dan hampir dari mereka memang tidak suka membaca, kalaupun membaca tidak cinta sama bukunya alias tidak dipelihara dan dijaga.

Beberapa waktu yang lalu ketika salah seorang teman berkunjung sering kali terjadi percakapan seperti “wahh suka baca yaa ii, buku apa yang bagus i?”. Hmm biasanya saya sering menjawab dengan jurus yang sama yaitu sambil bergumam, garuk kepala, dan bilang “hmmmm apa yaaaa”?. Kenapa begitu?, karena saya tahu bahwa si teman itu bukan orang yang suka baca dan kalaupun di baca saya tidak bisa menjamin dia bisa menyelesaikan bacaan itu dan kembali menyerahkannya dalam keadaan utuh.

Alhasil setelah berminggu-minggu setelah saya menanyakan apakah bukunya sudah selesai dibaca jawabannya tetap sama, “belum”. Minggu berikutnya “ketinggalan”, Minggu berikutnya “hilang”. Ok…Ok…walau dalam hati saya merasa agak gimana tapi cukuplah satu buku itu untuk membayar pengalaman tentang pinjam meminjam buku.

Sebenarnya saya tidak pelit hanya agak selektif memilih peminjam yang memang benar-benar dapat dipercaya. Akhirnya agar kejadian kedua kalinya tidak terulang ketika ada seorang teman meminjam buku saya membuat sebuah nota kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak terlebih dahulu (dah kayak apa aja)😆
Seperti :
1. Jangka waktu peminjaman
2. Denda yang harus dibayar jika lewat jatuh tempo (biasanya saya memilih denda coklat, snack dan makanan ringan lainnya ):mrgreen:
3. Ganti rugi jika hilang
4. Serta peraturan dalam membaca (tidak boleh dilipat, kena air, sampul jangan sampai copot,dsb..)

JIka si peminjam telah sepakat barulah saya dengan berat hati meminjamkan buku tersebut, haha udah segitunya tetap aja berat hati yah namanya juga barang kesayangan.

Nah bagi yang sering minjam apapun itu, jadilah peminjam yang amanah karena mungkin barang yang sepele menurut kita sangat berharga menurut orang lain. Seharusnyalah kita menjaga dan merawatnya seperti punya kita sendiri.

32 thoughts on “Ketika Dilema Meminjamkan Buku

      • iya, soalnya aku suka lupaan siapa yang minjem..jadinya bingung mau nanya ke siapa yg minjem..hehe..ya kyk km gitu, main, terus lihat2 buku di meja belajar, temen tertarik dan minjem..nah kadang aku lupa klo dia saat datang itu minjem..hehehe

  1. huhuhu,…aku juga sama izzawa…aku malahan koleksi buku sejak SD! pernah wktu SD pergi k gudang2 tmpt pnyimpanan buku dr dinas pendidikan yg ud gak kepake ‘n lama. mama aku bhkan sampe bilang aku bawa sampah brkarung2. isinya buku cerita, flora, fauna..trus koleksi komik ‘n skrg novel. harusnya sih ud bisa bikin prpustakaan sndiri..tp 70% bukunya entah dimanaaa…tiga bulan pertama aku inget siapa yg mnjem..krna kelamaan jdnya lupa..saking sayangnya sama buku, bnyak tmn2 yg ilfeel pas mw minjam aku bilang ‘eh! nih buku jgn dilipat, jgn baca pas makan, tangannya hrus bersih, jgn dijadiin alas duduk, payung ‘n jgn pinjemin k smbarang orang!’…
    saking cintanya, dulu aku malahan bilang, ‘gue lebih milih buku drpada cowok!’
    hahah

    • hhahahah iya memang harus gitu ci….digituin aja mereka masih ngeyel kalau balikin bukunya apalagi nggak dikasih peraturan kyk gt…

      • Hmmmmm…gini aja za…bikin aja dftr nama yg pnjm buku d note khusus…jd kita inget sypa yg mnjam ‘n blum dblikin…ini aja buku la tahzan aku gak balik2

  2. sama mbak, saya juga sering kesel kalau buku dipinjam trus gak balik terutama waktu masih di kos-an dulu
    sekarang udah pulang kampung apalagi, yang minjem buku pasti juga bingung mau balikinnya gimana
    akhirnya diikhlaskan saja….

    • hehe…iya ya puji….mgk lain kali kalo minjemin mesti sepakat dulu biar bukunya bisa terawat dan tersimpan dengan baik🙂

  3. Kalo saya malah seneng kalo ada yang pinjem buku (mungkin karena belum ketemu peminjam ga bertanggung jawab hehehe). Ga tega kadang liat koleksi buku diem aja. Yang pasti sih liat-liat juga orang yg mau pinjam buku siapa.

  4. Emang gitu mba
    ngga buku, cd atau yang lain
    bisa balik lagi saja sudah untung
    kadang pinjem ngga balikin
    atau balikin tapi lama……………..
    kadang balik tapi lecek di cover
    sedih emang
    yang sedih kalau ternyata ngga dibaca bukunya cuma dipinjem lama…huhu…

    btw nice sharing mba ada perjanjian gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s