You Can Call Me…(…)

sumber : fashter.blogspot.com

Beberapa waktu yang lalu beberapa teman saya rame-rame share di facebook tentang panggilan suami istri yang ternyata menyalahi kaidah yang ada (lihat disini). Seperti panggilan “abi” ternyata artinya “ayah saya” begitu juga dengan “ummi” yang berarti “ibu saya”. Begitu juga dengan panggilan “ayah” “bunda” dan sejenisnya yang dianggap merupakan panggilan yang rancu walau pada dasarnya tidak ada maksud menempatkan suami sebagai ayah, ataupun istri sebagai ibu.

Menurut saya pribadi panggilan ayah bunda atau sejenisnya mungkin hanya untuk membiasakan anak-anak mereka dengan mencontohkan panggilan tersebut. Namun untuk abi dan umi saya kurang paham juga kalau ternyata artinya begitu.

Namun bagi saya sendiri sebenarnya ada masalah lain yang mengganjal karena saya sama sekali tidak  tidak memakai panggilan tersebut kepada teman hidup saya😀. Trus panggil apa? Hmm…agak sulit menjawabnya. Hehe… Kenapa? Hmm karena kita (saya dan suami) merupakan teman dari kecil yang tumbuh bersama dalam lingkungan pertemanan layaknya teman sebaya. Sehingga membuat saya memanggil dia layaknya teman sepermainan yang lainnya, panggil nama, kadang juga malah dipleset-plesetin, dan dijelek-jelekin. Namun harus saya sadari ternyata panggilan nama untuk suami mungkin agak janggal malah terdengar kurang sopan khususnya di daerah saya. Terbukti waktu itu saya sempat di sidang oleh saudara dan kerabat dirumah gara-gara mereka mendegar saya memanggil hanya dengan sebutan nama saja. Mana waktu itu dirumah lagi rame lagi…>_<

Saya hanya mesem-mesem mendengar nasehat mereka walau dalam hati pengen juga naik banding. Tentunya tidak bisa instan mengubah panggilan yang sudah biasa kita lontarkan, bahkan membayangkanya saja rasanya saya malu banget kalau harus mengubah panggilan saya dengan sebutan “uda” uhuy. Apalagi saya dan suami bukanlah orang yang terlalu kaku dengan hal-hal seperti itu, tapi ya ya ya tetap saja sih dalam hatipun rasanya saya kurang sreg kalau harus tetap memanggil dengan sebutan nama.

Akhirnya saya memutar otak untuk mencari panggilan yang mungkin bisa menyelamatkan saya dari rasa bersalah. “Bi” yup rasanya itu cukup, bukan Abi, tapi sebenarnya hanya namanya saja saya balik “IB” menjadi “BI” hihihi…😀 terkadang bisa jadi hubby,,, juga sering saya panggil cibi. Namun apapun panggilannya tidak akan mengurangi rasa hormat saya.. Hormat Grak!

 

 

19 thoughts on “You Can Call Me…(…)

  1. sempat baca juga artikel itu dan sepakat dengan ini “Menurut saya pribadi panggilan ayah bunda atau sejenisnya mungkin hanya untuk membiasakan anak-anak mereka dengan mencontohkan panggilan tersebut.”

    yang aneh, nikah juga belum udah panggil abi umi ayah bunda😀

  2. Dulu awal nikah manggilnya mas. Setelah punya anak panggil abi. Panggilan abi sebenarnya untuk membiasakan anak2 aja sih. Hmmm, karena anak2 udah agak besar dan mulai paham, kayaknya harus dirubah mas lagi biar nggak menyalahi kaidah ^^

  3. Tapi kebanyakan malah panggilan ummi-abi itu islami banget ya, perlu di telusuri nih maknaya🙂 terimakasih ya saya jauga baru tahu🙂

    menurut saya senyamannya dan misua tidak keberatan ya tidak apa apa, TAPI segera diubah kebiasaan memanggil panggilan jika berkumpul dengan keluarga besar, cukup empat mata saja🙂

  4. Manggil abi atau umi emang salah. Lha, masa manggil istri/suami sendiri “ibu saya/bapak saya?” Sebaiknya panggilan yang ada rasa hormatnya. Kalo manggil nama aja terkesan seperti ngikuti orang bule yang merasa setara dalam segala hal.
    Baru tau kalo suami Iie ternyata teman sejak kecil, hehe…

  5. Kadang masalah nama panggilan ini bisa sensitif, ya…. Dan kadang yg paling bereaksi justru orang luar, bukan si suami/istri sendiri, hehe….

    Kalau saya sih dipanggil nama biasa sama pasangan saya nggak masalah. Tapi memang tiap orang bisa punya pendapat yg berbeda😀

  6. Assalamu alaikum

    kalau yang saya dengar,semua tergantung dari niatnya bukan untuk mentdzir pasangan kita,cuma sebagian yang bersikap ghuluw menjadikan hal tersebut sebagai sebuah masalah,seperti yang saya pelajari,islam itu mengambil jalan pertengahan,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s