Di Nasehati itu, rasanyaa….hmm

sumber gambar : google

Beberapa waktu belakangan ini saya sering sekali mendengar nasehat-nasehat dari para senior saya dalam kehidupan. Maksud saya bukan orang tua ya, tapi kakak-kakak dan kerabat. Entah mungkin emang dasarnya saya susah dinasehati atau keras kepala, entah mungkin cara penyampaian mereka yang tidak begitu saya suka alias nggak nyangkut di hati. Malahan semua yang mereka sampaikan terkadang malah membuat saya makin menjadi-jadi hahaha.. , karena yaaa itu tadi nggak membuat saya begitu respect karena cara penyampaiannya yang cenderung malah membuat saya seperti orang bodoh, disudutkan dan terhakimi.

Saat saya mencoba bertanya lagi pada diri sendiri, ternyata ada beberapa hal yang tidak saya sukai dari cara mereka menyampaikan :

1.Menegur di keramaian

Ini adalah hal yang paling tidak saya suka karena sifatnya cenderung seperti mempermalukan saya di tengah orang banyak. Apalagi disana ada orang-orang penting, seperti presiden, gubernur dan orang penting lainnya yang akan sangat mempengaruhi citra saya dimata mereka.

Contoh soal :
Disebuah acara makan-makan terhidang ketan lengkap dengan sari kaya, dan dipiring itu ada sendoknya.
ii : mengambil piring dan makan dengan lahapnya dengan sendok.
Tante2 : (mata melotot) kamu harus habiskan itu, ngapain kamu makan nya gitu, ntar orang-orang makan sisa kamu dong.

(semua tamu memandang si ii)

ii : (salah siapa naruh sendok disana), makan lagi dengan cuek …ajibbbb enakkkk :p

2. Tidak mencontohkan dengan perbuatan.

Hal ini menjadi sesuatu yang sensitif karena bagaimanapun seseorang mampu menasehati ini itu namun ia sendiri tidak bisa mencontohkannya, bagaimana saya bisa mengikuti nasehatnya?

Contoh soal :
Kk : “iiiii,, kamu tu nggak lihat apa piring dah kotor semua”
ii : “liat kakak, wahhh siapa aja yang makan tu kak”
Kk : “jangan liat aja, dicuci!”
ii : “kenapa nggak kaka aja yang cuci” (lariiiiiii….)

3. Menyudutkan dan menghakimi.

Hmm….yaa ini sama aja kok dengan yang sebelum-sebelumnya, intinya bikin nggak enak hati. Bikin dongkol hehe. Seolah-olah kita seperti terdakwa yang nggak bisa memberi pembelaan untuk dipertimbangkan sedikitpun.

Misalnya :
Kk : “iiiii, kamu tu tiap hari cuma pegang laptop mau jadi apaaa kamuuu”
ii : “aku tu ngeblog kakaaaaa”
Kk : “blog blog blog binatang jenis apaaa itu..aahh sudah sana belajar masak, kapan pandainya kamu kalau tiap hari main pesbuk aja”
ii : “pesbuk? Bloggggg…!!!!” grrr…

Yahhh…itulah sekelumit cerita anak manusia yang terkadang penuh dilema dan angkara murka. Hihi.. Pada dasarnya setiap kita tentunya harus saling nasehat menasehati, namun mungkin kita perlu kaji kembali bagaimana cara penyampaian, waktu dan tempatnya. Karena akan menentukan sekali apakah nasehat tersebut bisa diterima dan direspon dengan baik atau malah sebaliknya.

#apakah sobat blogger juga sering merasakan hal yang sama ?😀

30 thoughts on “Di Nasehati itu, rasanyaa….hmm

  1. nasihat memang tidak senikmat nasi uduk… tapi kalau dipikir2 bisa jadi itu untuk kebaikan kita. setidaknya kejadian di atas bikin kita berpikir… kalau mau ngasih nasihat itu sebaiknya…. jangan di depan umum, disertai dengan contoh, dan bukan untuk menghakimi

    *bijak di pagi hari :D*

  2. dari diatas mungkin berarti kita harus belajar :

    1. belajar bagaimana berkomunikasi supaya yg ingin disampaikan(menasehati) itu diterima dengan baik

    2. belajar menerima nasehat apapun dan mempelajari maksud baik nya, meski dengan cara yang ga kita sukai..

  3. 1.Menegur di keramaian
    Ini adalah hal yang paling tidak saya suka karena sifatnya cenderung seperti mempermalukan saya di tengah orang banyak. Apalagi disana ada orang-orang penting, seperti presiden, gubernur dan orang penting lainnya yang akan sangat mempengaruhi citra saya dimata mereka. ????? kenapa Presiden dan gubenur numplek disitu semua ??????😛😛

    Hmmm dinasehati itu rasanya….. Banyak rasanya. seringnya pahit sih😦

  4. bener sekali, tak mudah bagi kita buat nerima nasehat / masukan dari orang apalgi klo di nasehati didepan umum >.<
    kita tak mudah menerima nasehat org lain karena masih ada sisi rasa ego dalam diri kita (re:mempertahankan diri)😀
    semoga bermanfaat hehe🙂

  5. jarang sih Izz dgr nasehat di sini, suami sama Mama mertuaku orgnya nggak suka menasehati aku seringnya belajar langsung dari tingkah laku mereka😛

  6. mendapat banyak nasehat secara nggak langsung dari cerita dan postingan teman2 blogger..ini lebih berkesan dan meresap dalam hati. model atau cara seperti itu yang malah bikin saya introspeksi🙂

  7. ditanggapin dengan guyonan aja mbak, saya biasanya gitu kalo lagi sebel gara2 nasihat. Contoh :
    “Mbok ya kerjaanmu itu diselesaikan dulu, baru ngenet”
    Jawab : Baik kakak yang cantik dan tidak sombong…loph yu muah muahhh

    *dijamin yg nasihatin jadi tambah muntab😀😀

  8. sering kek gitu… pas lagi nggak mood kalo dinasehatin jadi dongkol. Kalo pas mood trus dinasehatin tambah dongkol *nah lho…

    ya begitulah manusia, susah menerima keburukan diri sendiri, lebih milih liat keburukan org lain *pengalaman

  9. Hehehe.. jarang di kasi nasehat, kalo saya orang nya suka menasehati dan suka usul (rewel)😀 Jadi kepikiran juga nih… harusnya saya banyak mendengarkan nasehat kali ya🙂

  10. dalam hal nasehat kebanyakan orang memang lebih suka “tangan di atas dari pada tangan di bawah..”…
    menasehati orang lain lebih mudah dan enak ..tinggal cas cis cus edebara edebre bla bla bla….bla…bla..

    nasehat yg baik seharusnya memang dibarengi perbuatan/contoh,

    *komentar ini bukan nasehat lho ya…

  11. Hehe, sama sih un. Ketiga cara itu malah bikin seseorang jengkel dinasihati. Nasihat yang paling bisa ngena di hati itu, kalo seseorang mencotohkan terlebih dahulu apa yang menurutnya baik lalu menyampaikan ke kita tanpa menilai itu lebih baik dari yang kita lakukan. Sampe kita sadar sendiri deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s