Dreams Come True

“Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”

Kurang lebih 20 tahun yang lalu, ketika masih imut dan lucu-lucunya saya senang sekali bermain yang berakhiran –an. Seperti masak-masakan, rumah-rumahan, kantor-kantoran, jual-jualan, atau kalau diminang permainan seperti itu disebut dengan “alek-alek”. Nah permainan yang paling saya suka adalah kantor-kantoran, dan saya selalu mengambil bagian menjadi pegawainya lengkap dengan alat ketik, yang saya gunakan waktu itu adalah kalkulator rusak bapak yang lengkap dengan struknya. Saya selalu dengan semangat memerankan lakon sebagai pegawai yang telaten setiap kali memencet tombol dikalkulator tersebut. Mungkin karena ada alat itu permainan tersebut menjadi paling menarik bagi saya.

Saking senangnya saya menyimpan alat tersebut dengan rapi agar besok bisa dimainkan kembali. Entah waktu itu saya sudah pandai bermimpi atau belum yang pasti dalam benak saya menjadi pegawai kantoran adalah kerja yang paling enak dan aman buat saya. Karena tidak perlu berhadapan dengan orang banyak, tidak perlu ngomong banyak-banyak, hanya sibuk didepan meja saja.  Mengapa aman? Karena sifat saya yang pemalu :oops:

Seiring berjalan waktu dan seiring membesarnya saya keinginan dan harapan itu tetap ada namun saya tidak terlalu muluk dan hanya mencoba menjalani semuanya dengan sebaik-baiknya. Bahkan sewaktu sekolah dasar saya tidak pernah sekalipun juara tetapi juga tidak bodoh-bodoh amat, hanya pernah mendapati nilai matematika  berwarna merah di raport. Namun saya selalu mencoba lebih baik dan lebih baik lagi sehingga meskipun tidak pernah juara nilai saya selalu meningkat.

Ketika mulai duduk dibangku SMP, Alhamdulillah saya selalu berada di kelas unggul namun lagi-lagi kemampuan saya tidak pernah mencolok, standar saja. Satu-satunya yang mencolok waktu itu tersandung beberapa kasus salah satunya karena nyontekin teman waktu ujian. Namun meskipun begitu saya tetap dikelas unggul hehehe :-p

Begitu juga ketika duduk dibangku SMA. Sama saja, tetap dikelas unggul dan tak pernah juara. Namun satu-satunya prinsip yang saya pertahankan adalah bagaimana menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan di SMA mimpi-mimpi itu mulai terlihat, ketika saya lulus dengan nilai UAN matematika dengan nilai 100 semakin memantapkan saya untuk mengambil jurusan matematika murni di salah satu perguruan tinggi negeri.

Prinsip itu tetap saya pertahankan sampai dibangku perkuliahan. Menjadi istimewa, ingin juara bukanlah tujuan saya. Namun semua itu adalah bonus ketika kita benar-benar konsisten untuk tetap memperbaiki apa yang kita kerjakan. Seperti garis lurus yang konstan naik walau pelan dia juga akan sampai pada titik di ketinggian yang dia inginkan.

Alhamdulillah akhirnya saya lulus sebagai lulusan terbaik dan sekarang bekerja sebagai pegawai negeri sipil dibidang keuangan. Benar kata Andrea Hirata “bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”. Ketika saya 20 tahun yang lalu memencet tombol-tombol kalkulator dan bergumam bahwasanya kerja kantoran itu kayaknya enak, lalu kata-kata itu berpendar membentuk cahaya kelangit. Allah menjaganya dan memberikannya pada saya beberapa tahun kemudian.

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu?

giveaway-kolaborasi-banner-ii2

#peringatan
postingan bukan untuk pencitraan, hanya ingin berbagi😀

29 thoughts on “Dreams Come True

  1. Keren Mba Izza. Karena konsisten sampai dapet nilai UAN 100. Hebaat! dan hebatnya lagi istiqomah memilih matematika. Salut deh.🙂
    Semoga sukses ya Mba Izza..

  2. wah salut, akhirnya kini telah mencapai impian dengan indah. Kecerdasan dan kesungguhan menjadi sinergi untuk mencapai ini. Selamat ya.

    impian saya ingin menjadi wirausahawan, tapi ternyata tak direstui orang tua bahkan nyaris tak diakui anak lagi. Tapi dengan kesungguhan akhirnya kini Ortu bangga dengan pencapaian saya. Alhamdulilah.

  3. Saya selalu angkat topi kalau ada orang yang mau mengambil matematika murni. SUbhanalallah njlimet sampai akar-akarnya😀

    Sukses dengan karirnya di Dinas ya mbak….

  4. Selalu di kelas unggulan?
    UN matik dapat 100?

    Benar2 luar biasa, Mba. Sekarang masih berkutat dengan kalkulator kan, ya? Kan dibagian keuangan tuh. Hihihi

  5. waktu sma saya suka matematika. ada tantangannya setiap kali ngerjain soal, ga seperti mengarang bebas. tapi pas spmb malah ngambil biologi gara gara senang sama monyet. yang penting tetep dienjoy🙂

  6. Ya setuju… terbukti kan mimpi itu bisa menjadi nyata.
    Makasih ya sudah ikut giveaway kami.. singkat ceritanya namun telah membuktikan bahwa apapun jika fokus insya Allah akan terlaksana

    Salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s