Kisah Sang Penandai

Judul Buku                  : Kisah Sang Penandai
Penulis                        : Tere Liye
Penerbit                      : Mahaka
Terbit                          : Cetakan pertama – Juli 2011
Ketabalan Buku           : 295 Halaman

“Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemputnya”       

Novel ini bercerita tentang seorang laki-laki bernama Jim yang berjuang untuk berdamai dengan masa lalu karena rasa bersalahnya tidak bisa menepati janji sehidup semati dengan Nayla kekasihnya. Ketika Nayla lebih memilih meminum racun karena hubungan mereka tidak mendapat restu, Jim serta merta mengutuk jiwa pengecutnya karena tidak bisa mewujudkan mimpi-mimpi mereka.

Sampai akhirnya Jim bertemu dengan Sang Penandai, seorang laki-laki misterius yang mengakui dirinya seseorang yang hidup dalam dongeng anak-anak.

“Akulah Sang Penandai, yang menceritakan pertama kali dongeng-dongeng tersebut dengan tanganku. Menjaganya tetap abadi sepanjang masa. Dan yang lebih penting lagi, membuat dongeng-dongen baru yang dunia butuhkan”

Menurut Sang Penandai setiap orang punya dongeng masing-masing. Sang Penandai menyarankan Jim untuk ikut berlayar dengan Rombongan Kapal Pedang Langit untuk menyelesaikan dongengnya sendiri. Sebuah armada raksasa bernama Armada Kota Terapung yang sedang melakukan ekspedisi menemukan Tanah Harapan. Selama berlayar Jim masih saja belum mampu menghilangkan seluruh kesedihannya, selalu saja ada hal-hal yang membuat Jim teringat kembali kepada kekasihnya. Bahkan ketika harus melalui banyak rintangan, perang melawan perompak Yang Zhuyi, perjalanan menuju Puncak Adam, sampai pertempuran dengan Brikade Perawan di hutan belantara Tanah Harapan.

Tere liye selalu mahir membawa kita larut dalam setiap kisah dari setiap novelnya. Juga di buku ini, dengan gaya penyampaian ceritanya yang khas kita akan ikut merasakan ketegangan-ketegangan didalamnya seperti ketika Armada Kota Terapung yang dipimpin oleh Laksamana Ramirez menghadapi perompak Yang Zhuyi. Tere Liye tidak diragukan lagi sangat pandai memainkan emosi kita dalam buku ini.

Hanya saja diakhir cerita saya agak kebingungan memahami endingnya. Bagaimana Nayla tiba-tiba hadir kembali? Apakah pertemuan yang dimaksud adalah pertemuan mereka di alam lain atau bagaimana? Disamping itu jika memang pesan yang ingin disampainkan adalah berdamai dengan masa lalu kenapa Jim tidak menerima saja cinta Gadis Bermata Hijau di Pendakian menuju Puncak Adam? atau gadis yang mirip Nayla di Kota Champa? Kenapa penerimaan itu mesti di akhir hidupnya?

Namun secara keseluruhan buku ini seru, mengharukan juga menegangkan. Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari setiap kisahnya.

Happy Reading^_^

 

4 thoughts on “Kisah Sang Penandai

  1. aduuuh izzawaaaa! tulisan kamu ini langsung bikin aku bikin planning k granmedia nnti malam..
    Aku harus membelinya…kamu tau aja kalo aku suka bgt karya2 tere liye
    udah baca?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s