[Khadijah] Ketika Rahasia Mim Terungkap

Judul Buku                  : [Khadijah] Ketika Rahasia Mim Tersingkap
Penulis                        : Sibel Eraslan
Penerjemah                : Ahmad Saefudin, Hyunisa Rahmanadia, Erwin Putra
Penerbit                      : Kaysa Media
Terbit                          : Cetakan pertama – 2013
Ketabalan Buku           : 388 Halaman
ISBN                            : 978-979-1479-63-9

“Ketika mendaki gunung Hira, Rasulullah kadang berada di depan, kadang disamping atau mengenggam tangganya. Namun, sekali lagi tanpa mengucapkan satu kata…DIAM. Mereka menemukan bahasa baru selama melakukan pendakian. Bahasa itu tidak memiliki suara dan huruf. Kekuatan hati dan cinta menjauhkan mereka dari bahasa dan bicara. Kehidupan mereka telah saling terbuka secara langsung. Merasakan cinta tanpa perlu ada tanggung jawab atas kata, beban kalimat, dan rangkaian huruf. Seperti perempuan lain, Khadijah tentu ingin mendengarkan apa yang dia cintai, sukai dan akui. Namun, Gunung Hira mengajarkan sesuatu yang berbeda tentang cinta. Merasakan daripada mendengarkan. Saling memandang daripada berbicara”

“pada saat suaminya mendaki, khadijah sendiri atau pembantunya mengawasi Rasulullah untuk mengontrol kesehatan dan kebutuhannya. Ketika beberapa kali tidak sabar menunggu, Khadijah akan pergi sendiri secara sembunyi-sembunyi. Dia tinggal diantara lubang gunung yang tak jauh dari gua tempat suaminya berada. Dia tidak pernah meninggalkan Rasulullah sendirian”

Dan juga ketika Bunda Khadijah mulai disibukan dengan urusan dakwah disisi lain beliau juga hampir tidak luput dari perhatian kehidupan duniawi. Mengamati putr-putrinya yang telah berumah tangga, sibuk menyiapkan pernikahan putri-putrinya yang telah bertunangan. Dan disisi lain juga mengisi hari-hari Fatimah kecil, menyambut tamu, menyampaikan ajaran agama pada mereka, perjalanan dagang, menghitung harta benda, mengusir hama-hama yang sering muncul pada karung kurma, mengurus taman, merawat unta, memberikan perhatian khusus pada Ali dan Zubair yang mengalami pubertas serta tetap hadir dalam berbagai takziyah, akikah dan perpisahan.

Ketika semua telah tidur, kadang ia memikirkan satu persatu keluarganya. Mengetahui semuanya sehat dan tertidur pulas di bawah atap yang sama adalah sebuah kebahagiaan yang tidak terkira. Dia adalah laut..adalah cinta. Kata cinta yang tertulisa di dahinya membuat Khadijah selalu sigap dalam setiap kesempatan, setiap keadaan. Lengannya terbentang luas bagaikan samudera.Tangannya tercipta dari air, rendah hati dan penyabar. Menjinakkan batu besar yang perkatannya kasar dengan belaian kasih sayang.

********

Buku ini menceritakan gambaran cinta dan kasih sayang Bunda Khadijah kepada Rasulullah SAW. Mulai dari awal pertemuan dengan Rasulullah sampai akhir hayat beliau. Bunda Khadijah senantiasa selalu setia menjadi pendamping Rasulullah dalam keadaan apapun.

Dari  cara penyampaian dari buku ini kita jadi bisa membayangkan bagaimana besar rasa cinta  bunda Khadijah terhadap Rasulullah. Seperti ketika Rasulullah harus melakukan perjalanan dagang berbulan-bulan dan Bunda Khadijah sangat merindukan sekaligus menghawatirkan Rasulullah.

“Demikian pula saat menantikan kedatangan seorang pemuda yang melakukan perjalanan dagang dari tempat yang sangat jauh. Ia menuliskan huruf “mim” di udara. Seolah-olah garis-garis di udara tampak seperti sebuah rerimbunan pulau yang menghijau. Bagai mentari atau bintang-bintang di angkasa; seperti rahasia yang kemudian menggambarkan mata kekasihnya”

Dari segi bahasa banyak kalimat yang sulit di pahami dengan sekali baca. Hal ini mungkin disebabkan karena novel ini merupakan novel terjemahan. Tokoh-tokoh didalamnya pun begitu banyak sehingga membuat saya kebingungan. Disamping itu juga ada beberapa bagian yang membuat saya bertanya-tanya, apakah memang begitu kenyataannya? Terlebih karena buku ini adalah sebuah novel dengan Bunda Khadijah sebagai tokoh utamanya, tentunya menjadi pertanyaan apakah ada fiksinya atau bagaimana.

Namun secara keseluruhan, menyimak kehidupan Bunda Khadijah yang penuh cinta dan kasih sayang selalu menjadi inspirasi buat kita semua terutama untuk para perempuan. Dan segala bentuk perjuangannya, kesabarannya, dan baktinya kepada Rasulullah sedikit banyaknya dapat kita temui dalam buku ini.

Suatu hari, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca seraya bersabda kepada para sahabat disekitarnya :

“Allah tidak pernah memberikanku wanita yang lebih mulia daripada Khadijah. DIsaar manusia tidak percaya, dia sendiri yang percaya.Ketika semua orang mendustakan diriku, dia sendiri yang menerimaku. Ketika manusia berlarian dariku, ia melindungiku, baik ketika ada maupun tiada..
dan..Allah mengaruniakiku putra-putri bukan dari yang lain, melainkan darinya”

One thought on “[Khadijah] Ketika Rahasia Mim Terungkap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s