Judge The Book By Its Cover!!

Ngilerrrr,,,,ketika melihat tumpukan buku tersusun rapi, masih bersampul plastik lengkap dengan bandrol harganya. Terkadang sering khilaf atau pura-pura khilaf borong sampai ratusan ribu hanya untuk mindahin buku-buku itu dari rak jualnya kerumah. Buat pecinta buku hal-hal seperti itu mungkin udah sering banget dirasain, malah ada yang cuma nafsu beli sekian banyak dan dibaca beberapa tahun kemudian, saking banyaknya antrian yang mau dibaca. (dan itu aku)

Tapi semua itu jadi berbeda ketika melihat tumpukan buku di emperan-emperan, di kaki lima, atau diobral sambil jalan kaki. Harga yang jauh lebih murah dengan isi yang sama pastinya cukup mempan menggoda hati untuk membelinya. Gimana nggak, toh nggak ada satu hurufpun yang dikurangi, halaman-halamanya sama, palingan cuma kertasnya aja yang agak jelek, kayaknya pribahasa “don’t judge the book by Its cover” gak bisa masuk di masalah ini. Karena meskipun isinya sama dan kertas atau sampulnya agak jelek tetap aja kita mesti men – judge – kalau baca buku bajakan itu nggak enak!!!

bajakanbajakan2

dengan kamera tersembunyi

dengan kamera tersembunyi

Yang sering beli buku original pasti bisa membedakan gimana sensasinya ketika membaca buku bajakan. Memang kita menang sama harga, tapi kalah di batin.😀 ada perasaan bersalah sama penulis-penulis yang karyanya malah nggak sepadan dengan harga yang original sekalipun. Apalagi karya yang ketika kita membacanya, kita mendapatkan pemahaman baru, semangat baru, ilmu baru, rasanya bersalah banget kalau semua itu kita dapatin dari bukunya yang dibajak. Emang sih bukan soal duit, bukan soal angka-angka tapi soal penghargaan kita pada mereka. Nulis itu nggak gampang!! (waduh kok berapi-api gini yaa…hihi) airrr…mana airr..:mrgreen:

Sebenarnya gampang aja bedain mana buku yang bajakan mana yang asli. Terutama lewat harga, kalau ada yang nawarin dengan harga murah kayaknya tidak apa-apa dicurigain sambil lihat-lihat dulu bukunya, kalau terdeteksi langsung bilang “bye” terus kabur. Kalau mau aman mending ke gramedia aja, dijamin nggak ada buku bajakan disana.

Sampai saat ini aku sendiri juga nggak tahu dan nggak ngerti kenapa masih banyak aja perbajakan (ada yang tahu?), padahal disetiap buku biasanya dihalaman awal ada ancaman dari undang-undang nomor 19 tahun 2002 mengenai hak cipta. Tapi pada nggak ngeh kayaknya, atau tulisannya kurang besar, atau kurang mengerikan. Malahan yang ngebajak buku biasanya juga ikut ngebajak halaman peringatan itu hihihi…😆 hadewww…

Dari hasil ngobrolku dengan teman-teman ada yang bilang pembajakan itu salah satunya terjadi karena banyaknya peminat buku bajakan yang otomatis bikin penjual buku makin semangat membajaknya. (bener juga sih). Nah mungkin kita bisa bantu dengan stop beli buku bajakan, kalau nggak sanggup beli mending minjem asal dijaga baik-baik dan dibalikin lagi :-p , dan yang sanggup beli jangan pelit buat minjemin atau biar tertata dengan baik sekalian aja bikin pustaka kecil-kecilan atau taman bacaan. Lebih menentramkan kaaaann..😀

58 thoughts on “Judge The Book By Its Cover!!

  1. Baca judulnya saya jadi teringat dengan filem Tendangan Dari Langit..🙂 Ingat muka unyunya si Wahyu.
    Bukan Indonesia kayaknya kalau tidak ada bajakan..
    Apapun sekarang dibajak, terkadang ide saja dibajak..🙂

  2. iya iz aku juga gak suka buku bajakan. pas baca kan kertasnya butek gitu, cover nya juga kadang berbayang. bikin gak semangat bacanya juga,. lagian kasian jg itu penulis cuma dapet palingan 10% doang dari harga bukunya….😦

  3. Hmmmm….
    Ini bentuk bagaimana Ukh menghargai Penulis…
    Menulis itu gak gampang. Udah susah-susah nulis eeee malah dibajak…

    STOP PEMBAJAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN….

  4. Buku Bajakan ?
    waaahhh … yang kasian itu pengarangnya ya…
    jadi nggak dapet royalty

    Semoga kita tidak tergoda untuk membeli buku bajakan …

    Salam saya

  5. alhamdulillah blom pernah beli bajakan sih, tapi jaman kuliah suka fotokopi buku, tidak bermaksud ngebajak ya.. biar bukunya rapi aja daripada dicoretcoret, kalu fotokopi kan bebas dicoretcoret..

    • iya mbak…kalau waktu kuliah aku juga sering fotokopi..😦
      karena uang jajan nya gak cukup buat beli buku yang asli,,mana bukunya tebel2😦

  6. Saya lebih memilih untuk ke rental buku, dari pada beli yang bajakan, Mba. ..🙂
    Kesiaan mata juga. .
    Soalnya kadang kertasnya gak mulus gituuh. .. 🙂

  7. Aku tanya lg ke mbaknya, kira2 buku ini bajakan ga, dan dia bilang ‘Wah Di Gramedia Ga Ada Buku Bajakan Mbak!’, sayang bukunya hanya boleh dibuka kalo emang niat dibeli.

  8. saya pernah beli buku bajakan (the kite runner) tapi akhirnya gak kebaca karena nggak enak dibaca, kertasnya hvs yang kurang bagus trus tulisannya terlalu kontras dan “kriting” (kayak hasil scan), bikin sakit mata. akhirnya saya hibahkan buat temen.

    hai mbak Iz saya pilih sebagai salah satu penerima award Moonshine Blogger Award. silahkan diambil di akhir postingan ini: themoonhead.wordpress.com/2013/08/17/hut-ri-ke-68-the-moon-head-2nd-anniversary/🙂

  9. Aku wkt kul beli yg foto kopian, itu bajakan jg ya? Hahahahahaha… Tp so far sih.. Selain ttg foto kopian itu di bbrp buku aja, Hampir ga pernah beli yg bajakan, seringnya beli buku ya di gramed gitu atau pinjam di perpus, sayangnya di indonesia ini ga ada perpus umum yg keren, asik, bikin semangat baca membara… Dan mengurangi pembajakan kan…Kebanyakan mall sih…

  10. setujuuuu…. kita sehati mb izza…! Nggak enak baca buku bajakan😦
    kalo aku lebih suka beli buku yang ada di Gramedia, selain itu aku nggak begitu minat (walaupun pernah beli di kaki lima sama pameran, sih asal cover tetep oke, buku dalam keadaan baik). Bahkan kalo ada buku yang dijual 5000-an di parkiran Gramedia, aku tetep jarang minat (belum pernah beli yang di parkiran). Lebih minat yang tersusun rapi dan masih plastikan dengan kertas-kertas yang halus dan terang haha, raasanya gimanaaa gitu waktu mau baca buka plastiknya dulu…hoho

    Jadi penggila buku itu sulit tapi menyenangkan, suka kalap kalo ada duit banyak trus ada pameran buku berkualitas atau lewat toko buku…sulitnya nggak bisa nahan baca walaupun dipelototin satpam (waktu nggak punya duit buat beli hehe)… tapi menyenangkaann sekali kalo dapet buku bagus banget dan bisa jadi paduan sehari-hari😀

    **Ingin lebih SEHAT bonus Berat Badan Ideal? Yuk mampir ke blog Q yang ini juga yah Q yang ini juga yah http://nutrisicantik.blogspot.com/2013/08/akibat-benturan-kepala_27.html

  11. Sesuatu yang orisinil pasti punya nilai lebih dibanding bajakannya. Saya pernah beli buku di toko (bazar) sampulnya ori masih diplastikin, sampai di rumah saya buka kertas isinya kayak kertas koran. Kecewalah saya, karena ditipu dengan bungkus yang menarik.

    Btw, di India rata-rata buku dicetak dengan kertas murah, tidak hvs, sehingga buku menjadi terjangkau oleh daya beli masyarakat. Jadi tidak heran banyak orang India pintar menjadi tenaga ahli di negara kulon karena minat baca ditumbuhkan dengan harga buku yang terjangkau. Kapan Indonesia bisa begitu..? Entahlah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s