Para Bedebah di Ujung Tanduk

Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba, berkeliaran dihalaman rumah
Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.
Di negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak,
Bukan karena orang jahat semakin banyak,
Tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi..
Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin
Para pengkhianat menjadi pujaan
Bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan
Tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Tapi di Negeri di Ujung Tanduk,
Setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci,
Meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata,
Dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan.

Novel tere liye yang dua ini bener-bener bikin aku terpukau dan harus bilang wow sambil jungkir balik. Gimana nggak, aku yang pada dasarnya tidak begitu suka dengan bacaan yang berbau hmm politik, ekonomi, pemerintahan dan bla bla blanya…, aku yang juga nggak suka film action tepatnya kurang suka..malah  nggak bisa nahan buat nuntasin novel ini sampai abiz. Semua itu karena Tere Liye emang jempolan banget menyuguhkan cerita dua novel ini.

Bang tere begitu mahir mendeskripsikan situasi dan kondisi, bahkan sangat detail sehingga rasanya bukan lagi baca novel, melainkan serasa ikut menyelamatkan Bank Semesta bersama Thomas J, Ikut merasakan ketika dikejar-kejar kaki tangan para petinggi yang licik, ikut merasakan geram, masuk penjara, tembak-tembakan, melarikan diri, wahhh…pokoknya its amazing novel.  Pantas saja novel ini mendapat penghargaan dari Anugrah Pembaca Indonesia 2012.

Jika di Novel “Negeri Para Bedebah” ceritanya lebih fokus pada ekonomi dan keuangan di “Negeri di Ujung tanduk” fokusnya lebih ke politik. Tapi ceritanya nggak seberat temanya, bang tere gitu loch….bahkan dengan tema begitu beliau bisa menyajikannya menjadi novel yang begitu menarik untuk dibaca. Imajinasi dan emosi kita sangat dimainkan di novel ini, apalagi di saat-saat terakhir cerita “negeri di ujung tanduk”, bagaimana Thomas akhirnya harus menghadapi sendiri para mafia hukum dengan senjata lengkap yang telah menyandera Om Liem.

Sekali lagi ini benar-benar novel yang Wow dan layak dibaca.. Bagi yang penasaran bisa segera menuju gramedia terdekat atau bisa juga pesan langsung di tbodelisa nya bang tere, bonusnya kita bisa dapat tanda tangan beliau🙂

Selamat Membaca😉

“jarak antara akhir yang baik dan akhir yang buruk dari semua cerita hari ini hanya dipisahkan oleh sesuatu yang kecil saja, yaitu kepedulian” ___Negeri di Ujung Tanduk

39 thoughts on “Para Bedebah di Ujung Tanduk

  1. “jarak antara akhir yang baik dan akhir yang
    buruk dari semua cerita hari ini hanya
    dipisahkan oleh sesuatu yang kecil saja,
    yaitu kepedulian” ___Negeri di Ujung Tanduk, Opa said..🙂

    Wait my time…..

    Karya yang super sekali…..

    Perasaan geram, senang, penasaran dan perasaan2 lain berkumpul ketika baca bedebah ini.🙂

    Nice post do..🙂

  2. Udah sering ngeliat 2 Novel itu di Gramedia, tapi belum berniat untuk beli. Mudah-mudahan setelah baca resensi ini, jadi makin berniat untu beli🙂

    best regards,
    sangterasing

  3. rusydi hikmawan berkata:

    tere liye emang penulis hebat di negeri ini. sy akui itu. novel2nya berani dg bahasa2 bernas, seperti SGA dan GM.

  4. novel yg ku punya bang tere baru hafalan sholat delisa, yg lainnya teman-temanku punya lengkap. tp blum bc yg ini. liat kutipannya juga bagus yg ku ambil dari gramedia. “di dunia ini masih banyak yg melupakan sifat baik di hatinya” .dan masi bnyk lain hal yg biqin terinspirasi. pngen baca😦

  5. Tulisannya tere liye memang top dah. Pertama baca hafalan sholat delisa, sudah meleleh.. apalgi bidadari-bidadari syurga.🙂
    yang kusuka dari tulisan bang tere ini, banyak pesan moral yang disampaikan dengan sederhana dan ada dalam kehidupan sehari-hari..

    *jadi pengen beli novel negeri para bedebah dan negeri diujung tanduk*

    • setuju banget…hampir semuanya sih novel tere aku suka..g pernah mengecewakan selalu menarik/
      dan 2 novel ini lebih keren lagi menrut ku🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s