Medis vs Alternatif

sumber gambar:wartabumi.com

Aku jadi tertarik membahas ini karena adanya salah seorang teman yang begitu anti medis. Katanya segala apa yang berkaitan dengan kemedisan pada akhirnya hanya malah menambah penyakit. Mungkin juga dia berpendapat seperti itu karena zat-zat kimia yang ada pada kemedisan walau pada awalnya menyembuhkan tetap saja tidak baik untuk tubuh *katanya.

Nah sebagai ganti si teman malah lebih banyak berobat alternatif, atau yang dikenal disini “obat kampung”. Kalo badan capek-capek atau agak demam tinggal ke dukun tukang pijit , bisa refleksi juga bisa pijit seluruh badan. Obatnya pun tidak jauh-jauh dari dedaunan, rempah-rempah dan kadang juga ada bagian dari tubuh binatang *tentunyahalal. Pokoknya tradisional dan etnik banget.. Tapi juga ada lho yang ngasih obat cuma air putih yang didoain gitu. 

Masalahnya datang ketika dizaman serba gadget ini pengobatan alternative semakin terbatas. Contohnya saja dulu mungkin untuk mencek kehamilan seseorang belum ada yang namanya test pack atau USG, namun berkat ilmu para nenek moyang kehamilan itu tetap bisa dideteksi mungkin dengan pijatan kecil atau apalah *akujuganggakngerti. Nah kalau sekarang semua udah serba canggih, kehamilan dan cabang bayi udah bisa di tatap langsung di monitor, bisa 3 dimensi bahkan 4 dimensi. Apa mungkin kita masih ke tukang pijit??

Selain itu ilmu medis dengan ilmu pengobatan alternatif itu terkadang sering bentrok soal diagnosa. Misalnya saja waktu itu aku pernah nyoba berobat alternatif karena badanku makin kurus. Sewaktu ke dokter aku di diagnosa punya masalah dengan lambung seperti maag, lalu ketika berobat ke alternatif aku malah dibilang kremian alias cacingan *ngakak:mrgreen:  Akhirnya aku jadi malas kedokter maupun kedukun tukang alternatif (*apasihnamanya) karena pas disana pasti yang didengar cuma berita buruk aja.😆

Nah kesimpulan nya kalau menurutku sih medis atau alternatif terserah saja. Kalau bisa dikolaborasikan dengan baik lebih bagus lagi, yang penting jangan terlalu fanatic *untukalternatif, karena nggak mungkin kan ketika anak kita udah panas demam dan kejang-kejang kita mesti nyari dedaunan dulu buat diramu?? Dan juga kalau berobat medis jangan sampai minum obat 20 macam. Lho trus gimana? Ya jaga kesehatan aja jangan sampai sakit…🙂

so medis atau alternatif?🙂

49 thoughts on “Medis vs Alternatif

  1. mendingan sih ya terbuka aja mau medis ataupun alternatif. di bidang masalah kesehatan jiwa juga begitu mbak kalo yang saya perhatiin. biasanya ada yang lebih memihak terapi spiritual, ada yang lebih memprioritaskan medis. padahal sebenernya kalo untuk masalah kejiwaan, saya yakin baik medis, spiritual dan juga motivasi atau pengembangan diri itu sama2 penting dan bisa dilakukan bersamaan asal dari si pasien sendiri mau mengatur dan menjalaninya.

  2. saya kalo sakitnya ringan, model demam2 gitu, suka pake obat dr nenek moyang, kalo ngga mempan minum obat warung, kalo ngga ada perubahan juga baru deh ke dokter

  3. kalo sayamah Za, tergantunglah dari sakitnya… kalo hanya penyakit ringan cukup minum obat yg di jual bebas kalo gak sembuh baru ke dokter atau kalo badan pegel pegel panggil teh Kenoh minta di pijitin hehe

  4. nabils29 berkata:

    medis vs alternatif : tergantung keadaan ka… alternatif lebih alami, dan efek sampingnya lebih sedikit… medis : dokter tahu obat yg diberikan ke kita… jd sama2 bagus🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s