Enaknya Gulai Langkitang

Sejak merantau dan hidup sendiri di Kabupaten Pasaman Barat banyak hal baru yang aku temukan disini. Mulai dari logat bahasanya, kebiasaan masyarakatnya, sampai makanannya. Semua itu mempunyai daya tarik tersendiri bagiku.😉

Dari sekian hal baru itu yang paling penting dan yang paling menentukan kelangsungan hidupku disini tentu soal makan. Disini begitu banyak menu-menu baru yang tidak pernah atau jarang aku temukan dikampung. Diantaranya adanya gulai yang dikasih bunga kincung dan jujur aku kurang suka. Selain itu juga ada gulai asam durian yang rasanya pedeeeeeeeess banget dan ada rasa-rasa durianya, biasanya dikolaborasikan dengan lele atau disini dikenal dengan “limbek”. Uniknya kalau nama kecamatan /daerahnya udah beda spesifik makananya udah beda lagi, contohnya di daerah yang agak kebarat makananya cenderung semua pake cabe rawit dari mulai gulai sama sambalnya nggak ada yang pake cabe biasa dan itu wah banget buatku.🙂

Dari sekian keanekaragaman makanannya yang agak menantang dan aku suka salah satunya adalah Gulai Langkitang. Apa itu Langkitang? Langkitang itu penampakannya kurang lebih seperti keong kecil yang biasanya hidup di sungai atau kali. Aku juga kurang tau sih gimana bentuk keong ini dimasa hidupnya, yang pasti ketika di masak dan digulai dengan caberawit yang superrr pedass, haduuuhh rasanyaa sangat enak dan amat menantang. Kenapa menantang? Karena selain pedasnya yang bikin ketagihan kemampuan untuk mengenyot isi keong juga dipertanyakan.:mrgreen:

langkitang1

Awal mencoba makanan ini aku sedikit kesal karena nggak pernah berhasil menarik isi keong yang akhirnya malah aku tarik-tarik dengan lidi, namun setelah sering mencoba usaha kenyot-mengenyot:mrgreen: akhirnya bisa juga dan sekarang aku dapat menikmati Gulai Langkitang dengan riang gembira.😆 Pernah sesekali aku dilema memikirkan bentuk isinya yang bikin gimanaaa gitu dengan kenikmatan yang aku rasa, tapi tetap saja rasa enaknya mengalahkan wujudnya. Lagian katanya Langkitang juga mengandung protein tinggi.

langkitang

Gimana?? Apa sobat blogger pernah mencobanya? Atau apa nama makanan ini di daerah sobat blogger ?🙂

107 thoughts on “Enaknya Gulai Langkitang

  1. kalo di aceh namanya “chu” , hidupnya di karang pantai, tpi bentuknya agak panjang sikit mirip terompet. Bagian runging nya lalu dipotong supaya enak dihisap😀

  2. waahh, saya juga udh pernah nyoba, cuma gak digulai sama cabe rawit, tapi gulai yang biasa aja, enak loh. jadi penasaran sama yang pedeess gitu.

  3. Ikbal Rizki berkata:

    hahahahak, Limbek dan langkitang, kalau di daerah saya namanya itu karangkitang, persis sama seperti itu, biasanya makanan seperti ini itu sering dimasak oleh keturunan melayu yang tinggal di Aceh😀

  4. hauuuu…..kangen sama gulai langkitang sma asam duriaaan! btul tuh! asam durian paling sering dikasih lauk lele sama terung manggis..mamaku sering masak itu di rumah :D…emg pedes..kalo gulainya wrna hijau, biasaya emg pake cabe rawit

  5. pernah makan di aceh dulu kalu pulang kampung.. dimari namanya tutut, bentuknya halus ga bergerigi kaya langkitang.. tapi bumbu tutut ga pake santan deh.. sensasi nyedotnya itu yang gimana gitu ya.. bikin nagih..
    daku pasti ga makan gulenya deh kalu pedes.. ga kuat makan pedes belakangan ini..

  6. dulu waktu kecil saya sering makan keong sawah tapi bentuknya beda dg di gambar ke 2, yg disini gak ada durinya Za…. trus di masaknya juga kalo disini cenderung manis…

  7. Saya punya teman di Kabupaten Pasaman Barat itu kalau g salah pernah jadi SEKDA dan satu lagi Kepala Dinas.
    O ya Gulai Langkitang dan gulai asam durian, pasti enaaakkk🙂

  8. Kalau di daerah Sunda namanya Tutut, cuma dimasak tidak pakai cabe. Sensasi makannya waktu menyedot isinya itu. Kalau di kampuang ambo langkitang tu gadang-gadang, indak dimakan bagai do, hehe…

      • yo bana, bana urang Muarolabuah.
        link blog ii alah ambo pasang di blog ambo, ditunggu link blog ambo dipasang di blog ii. namo ii maingekkan ambo anak sipil unand angkatan 90.

  9. Pasaman Barat – Sumatera Barat ya…???
    wah kampung saya tuh…cm saya di Kota Bukittinggi nya…wkwkwkw
    wah kalo makan Gulai Langkitang hampir tiap pulang kampung…wkwkw ampe bosan…

  10. mungkin karena kelaparan semua jadi pada suka komen di sini. hehehe buktinya banyak yang komen. Hmmm kayaknya enak. Kalo gue cuma pernah makan keong yang oseng-oseng dan rasanya juga enak. jadi pengen coba langkitang, hmm nyummy..😀

  11. Lingkitang memang nikmat banget kak. Tapi, aku lebih sering makannya dg cara dicungkil-cungkil daripada dikenyot. Susaaaaah banget narik isinya, sampe pegel mulut ane. hehehhe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s