Sisi Lain Fotografi

Sehh judulnya kayak gimanaa gitu, padahal ngerti aja nggak soal fotografi. Mungkin fotografi masih adek kakak ya sama foto-foto, jepret-jepret, tapi bukan jepret yang dari atas, telunjuk dibibir, mulut di monyongin

Jadi pengen ingat-ingat lagi kapan terkahir nyuci foto bareng temen-temen, nandain negative nya di atas meja yang udah dikasih lampu, dilihat, diraba, diterawang apa memang wajah kita yang tampil di negative itu. Kalau sudah dilihat dan nggak ketemu, maaf anda belum beruntung mungkin fotonya kurang bersih, dempet-dempetan sm foto lainnya atau yang paling parah fotonya hangus.  Kasihan kan apalagi jepret-jepretnya dimomen penting😦

sumber :forum.chip.co.id

Kalau ingat-ingat jaman dulu ribet juga ya, ribet karena sekarang semua udah semakin canggih, coba kalau mikirnya dulu, bisa nge jepret aja udah Alhamdulillah. Dulu yang punya kamera itu udah yang paling kaya se RT, kalau sekarang anak SMP aja udah bawa kamera monyong ketawa ketiwi di KFC👿  Dulu foto distudio dengan latar lukisan pemandangan, tangan di dagu atau telunjuk di pipi itu udah yang paling TOP, kalau nggak salah namanya foto “close up”. Nah kalau sekarang itu udah jadi merek pasta gigi eh maksudnya sekarang semua udah jadi model mau gaya apa saja, foto dimana saja, nggak perlu capek-capek lagi ngirim foto ke majalah buat di pampangin dihalaman depan karena dengan sekali JEPRET—>share to facebook cetarrrrrrrrrrrrrrr foto kamu udah dinikmatin diseantero jagad raya. Kamu terkenal…selamat! 

Ngomongin soal foto pasti ngomongin soal kamera, dulu punya kamera pocket aja rasanya udah keren banget tapi yang namanya manusia selaluuuu aja nggak pernah puas, dan berhubung aku manusia aku merasakannya. Sampai saat ini masih bisa tahan sih buat nggak hambur-hamburin uang dan masih mencoba setia sama si kamson yang mulai hilang kegagahannya sebagai pocket😛. Apalagi kemaren salah seorang teman menyadarkan aku dari demam kamera dengan memperkenalkan Komunitas Lubang Jarum.

Nah sebenarnya dari awal aku mau ngomongin soal komunitas ini, tapi malah mencla mencle kemana-mana. Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) adalah kumpulan para pecinta foto dengan media kaleng atau kardus/kotak .Mereka lebih mengutamakan kreativitas pada proses panjang dibalik terciptanya sebuah gambar yang indah. Hanya mengandalkan bahan-bahan baku seperti kaleng susu, kotak rokok, triplek mereka bisa membekukan waktu tidak kalah bagusnya dengan kamera digital yang kita punya.  (untuk lebih lengkapnya silahkan berkunjung kesini).

sumber : theyhatemypicture.wordpress.com

Cara kerjanya dengan menggunakan kaleng bekas atau kardus sebagai kameranya. Pada bagian dalam kaleng atau kardus itu dicat hitam agar kedap cahaya. Setelah itu di salah satu bagian dibolongi dengan jarum, kecil saja bahkan kadang-kadang tidak perlu sampai menembus. Inilah yang digunakan sebagai kamera. Sebagai filmnya, digunakan kertas film yang banyak dijual di toko peralatan fotografi. Setelah itu proses mencuci film dilakukan di dalam kamar gelap. Serangkaian eksperimen inilah yang akan memancing kreativitas para penggemarnya sampai menghasilkan gambar yang optimal, karena tentu dalam prosesnya akan sering mengalami kegagalan (sumber sini). Berikut hasil Kamera lubang jarum yang aku comot langsung dari webnya.

3 7 1

Komunitas ini dikumandangkan oleh fotografer kawakan Ray Bachtiar Drajat sejak tahun 2002.  Saat ini KLJI Tersebar di 17 kota di Indonesia. Sedangkan diluar negeri Komunitas lubang jarum dikenal dengan sebutan pinhole camera.

Ada-ada saja ya, ternyata dari barang rongsokan pun bisa menghasilkan gambar yang bagus, apalagi kamson ku yang cuma tinggal jepret, yang mana aku nggak perlu menakar cahaya yang masuk, mencuci di ruangan gelap. Hmm…maafkan aku kamson aku tidak akan berpaling darimu (sejauh ini)😛

Selain komunitas  diatas adalagi yang bikin aku berdecak kagum dengan kreatifitasnya. Nggak jauh-jauh kok masih sahabat blogger kita si Emen, beberapa hari lalu aku menemukan hasil jepretan emen di instagram. Sekilas aku mengira emen pake kamera gede itu, yang di zoom2, yang di mikro2in eh ternyata dia cuma pake kamera hp plus ditempelin lensa dvd yang rusak didepannya. Nih hasil jepretan si emen🙂

bunga emen emen semut emen semut2

Keren dan Kreatifkan?????🙂

Postingan ini aku akhiri dengan mengutip motto KLJI bahwasanya untuk menghasilkan sesuatu yang bagus itu kita bisa “Membuat bukan Membeli”

Happy Blogging ….Selamat  hari Jumat🙂

71 thoughts on “Sisi Lain Fotografi

  1. Intinya maksimalkan kamera yang kita punya🙂 Terkadang foto yang bagus tidak melulu dihasilkan oleh kamera yang bagus pula tetapi lebih siapa dibalik yang menjepretnya. Sejauh mana kreatifitas dan kepekaan terhadap suatu objek. Fotografi itu kan adalah seni melukis menggungakan cahaya, untuk sebuah seni tidak harus punya kamera mahal. Tetap semangat jeprat-jepretnya🙂

  2. tahu komunitas ini pas baca di kompas kalo nggak salah entah kapan juga sudah lupa.. terus ada temen yg kasih linknya.. fotonya oke2.. salut deh sama seniman2 foto itu😀

    ayo mbak izza nyoba juga hehe

    • sama kok mas danni…aku juga gtu…malahan aku sempat sanksi sama kepintaran kamera ku…padahal mgk aku yg g bisa memaksimalkan fungsinya🙂

  3. RY berkata:

    Kamera poket jadul ku masih ada tapi agak bingung mau nyetak dimana. Sekarang udh jarang yg nerima pake model rol film ….

  4. wah saya duru sering nyuci foto, maksudnya foto yang sudah jadi kecuci sama Ibu, karena lupa dikeluarkan dari celana…hehehehe, suka sama animasi lucu nya di atas, tulisannya juga kok…terutama bagian yang “cetttaaaarrrrrrrrrr” kayanya familiar dengan kata2nya … ehhehe

  5. duuuhhh kereeeeen….:)
    Duluuuu sudah foto2 heboh..eh pelemnya kebakaaar :((
    jd emang kuncinya harus kreatip gitu ditunjang bakat sama sabar..naahh 3 yang teteh ngga punya😦

  6. Iz …
    Om masih ngalamin tuh yang namanya cuci cetak foto …
    Karena om langganan jadi seksi dokumentasi … maka setiap ada kegiatan … teman-teman selalu menunjuk saya untuk jadi seksi foto-foto …
    dan benar apa yang kamu katakan … yang membingungkan itu kalo temen-temen pesen foto … waah klise saya betul-betul jadi penuh sidik jari … abis mereka nunjuk-nunjuknya kadang langsung ke film … negatif filmnya dilepas dari sampul plastiknya … biar enak ngeliatnya … gitu katanya … akibatnya ya itu tadi … klise negatif film penuh sidik jari … hahaha …

    Mengenai Pin Hole ….
    hhmmm saya pernah dengar ini …
    namun saya belum pernah mencobanya … saya dengar ini mengasyikkan …

    Salam saya Iz

    • hahahaha….ntar ngaruh nggak om sama hasilnya???
      kalau ngaruh anggap aja itu sbg efek om, biar tampilan fotonya tambah gimanaa gtu….
      btw cuci cetak fotonya sampe skrg masih pake negatif om????

  7. kalau ingat jaman dulu sekarang foto jadi sangat sangat muda ya Ukhty.. coba dulu foto semudah sekarang pasti saya bisa membuktikan keimutan2 saya yang memang sudah ada sejak saya kecil:mrgreen:

  8. iya yah…
    baru inget kalo 10 taun lalu kondisinya beda banget
    kalo mau motret selalu mikir panjang milih momennya

    *mikir film 1 rol cuma 36 kali jepret…

  9. Saat SMP dulu diriku pernah mencoba dan eksperiment dengan kamera yang bersumber bayangan terbalik. Percis seperti yang ada di pelajaran fisika. namun belum sampai ke tahap cetak karena memang tidak mempunyai alat, sumber dana dan daya😆

  10. sepertinya mbak izzawa bener2 mendalami fotografi ya. fotografi emang hobi yang kreatif banget ya. bisa dengan berbagai cara dan modifikasi sendiri.

  11. Haah, mencetak foto di kamar gelap.. udah lama banget kayaknya ga pernah lagi. Terakhir jaman kuliah dulu.

    Hasil jadi fotonya unik2 ya Iz.. tapi kok aku ga terlalu tertarik pingin nyoba yaa.. hahaha

  12. suka banget postingan ini.. setiap orang punya seni melihatnya masing-masing..punya sense nya masing-masing.. buatlah sebuah foto itu menjadi bercerita dan punya makna.. salam motret ya mbak izzawa..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s