Ruangan ICU

postingan galau, silahkan di skip aja*

Rumah sakit itu sampai saat sekarang ini adalah tempat yang paling kuhindari. Apalagi ruangan itu, ruangan ICU dimana pernah seluruh kekuatan jiwa dan fisikku benar-benar dipertaruhkan. Sabar dan Pengharapan berpacu-pacu memenangkan sikap yang harus kuambil dari keadaan saat itu. Dingin, entah cuaca, entah keramik rumah sakit, entah karena berkumpul dengan malaikat maut… rasanya memang begitu dingin. Tidur bukan lagi karena mengantuk tapi karena sudah tak sanggup lagi menahan tubuh yang mulai lelah, dan hati selalu resah meski mata terpejam karena akan sering terbangun dengan kabar duka, mungkin saja dari tetangga yang tidur bersebelahan dilantai keramik diteras ruangan itu.

Ruangan itu, tempat itu, memang seperti kanvas yang melukiskan berbagai kedukaan. Seperti menunggu antrian kapan  nama kamu akan dipanggil lalu berteriak histeris ketika mengetahui bahwa orang yang kamu tunggu telah menemui ajalnya. Begitulah keadaan disana setiap hari, tak kenal malam, siang dan pagi. Sementara kamu tidak berdaya, dinding-dinding itu memisahkan kita dengan orang yang kita cintai didalam sana. Hanya tangan perawat, tangan dokter, dan tangan Tuhan tentunya yang bekerja….kamu hanya bisa berdoa agar tangan-tangan itu bisa bekerja memberi sedikit harapan akan ada sebuah berita bahagia ketika pintu itu terbuka.

Disana, dikasur putih itu bisakah kamu lihat Dia terbaring? Dan aku ada diruangan ini untuknya… Meski terkadang untuk melihat wajahnya saja harus mengalah dengan segala macam peraturan jam besuk yang memuakkan. Bisa kamu bayangkan ketika kamu mendengar suaranya lalu kamu tidak sedikitpun diperbolehkan masuk, padahal belum tentu ketika kamu masuk suara itu bisa kamu dengar lagi. Ahh… apa kataku ruangan itu benar-benar seperti tempat uji kekuatan, ketangguhan, kesabaran, keikhlasan, dan segala hal lainnya.

Ruangan itu, sampai saat sekarang ini masih kuhindari, bahkan untuk melirik sedikitpun aku belum mampu.

 

 

47 thoughts on “Ruangan ICU

  1. Yang paling sedih ketika gak mendampingi orang terkasih di saat saat terakhir…
    Turut merasakan kesedihan, semoga orang orang terkasih diberi tempat yang menyenangkan di sana

  2. Terasa suasana mencekan di ruangan ICU itu gimana uni..beberapa bulan yang lalu, Makwo fny juga masuk ICU dan memang terasa seperti menunggu giliran. Beberapa keluarga ada yang silih berganti namanya dipanggil ke dalam kemudian keluar dengan teriakan histeris dan menangis. Sampai akhirnya itu terjadi juga dengan keluarga makwo yang menanti di luar, Makwo berpulang ke pangkuan Ilahi tanggal 2 April 2012. Semoga arwah mereka (makwo dan Mama uni) diterima Allah SWT, dilapangkan kuburnya dan dihadiahi surga.Amiinn..:-)

      • Iya uni…nemenin dari sejak hari pertama beliau dirawat di kamar inap biasa sampai masuk ICU…sedihnya, fny ga ngelepas kepergian beliau pas sakratul maut karena waktu itu harus masuk kerja lagi setelah 3 hari cuti. Baru aja fny sampai di Siak sore itu uni, langsung dapat telepon makwo udah ga ada😦

      • hmmm….berarti kita merasakan hal yang sama fan..
        cuma alhmdulllah uni ada disana sampai saat terakhr pun..
        smoga mak wo fanny diampni dosanya,,,dan ditempatkan ditempat yg layak disisi Allah SWT amiin

      • Teh wasgitel (wangi melati, panas, legi dan kenthel) yah.

        Sering sering menghidangkan teh manis yah, biar semakin seing berkunjung. Untuk minum teh sekalian belajar untuk menulis.

        Terimaksih teh nya yang sudah habis diminum. Teh selanjutnya ditunggu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s