Selembar Cerita di Malioboro

Cerita maling-malingan dompet kemaren jadi mukadimah yang tragis mengawali keberangkatanku ke Jogja. Apa perlu gitu disebutin kalau aku musti minjam sana-sini buat jajan disana, secara ATM ku nggak tau keberadaannya dan sama sekali nggak ada akses buat mengeluarkan uang dari pundi-pundinya. :-( 

Panorama Malioboro dari Kamar 730

Seperti yang udah aku sebutin sebelumnya, ini kali keduanya aku menginjakkan kaki di Jogja. Meski demikian aku belum pernah nyobain gudeg nya, gimana mau nyobain setiap perut ku lapar cacingnya teriak “Warung padang…! Warung padang..!” gitu.  Setiap ke Jogja selalu punya cerita, cerita bokek tepatnya tapi itu cukup,,cukup tahun lalu saja, kali ini meski punya duit pas-pasan aku tetap ingin menikmati Kota ini walau bagaimanapun caranya #maksa🙂

Jendela Kamar

Maksud kedatangan ku kekota ini sebenarnya  untuk suatu pekerjaan, tapi lupakan pekerjaan dalam postingan ini:mrgreen:. Berita baiknya pertemuan diadakan di Hotel Mutiara 2 tepatnya di jalan Malioboro dan aku kebagian kamar lantai 7 dengan view yang superr kerennn. Bagaimana tidak ketika jendela dibuka mataku langsung disuguhkan dengan ….ah aku sampai tidak bisa berkata-kata, apalagi kalau udah sore,,,wuidiiihhh bisa lihat sunset dari jendela kamar sendiri.

Menikmati sunset sendiri di kamar

Ke Jogja nggak seru donk kalau bengong dikamar aja walau kamarnya bagus setelah mengatur jadwal:mrgreen: akhirnya bisa juga muter-muter walau hanya seputaran malioboro dan sekitarnya.

Awalnya pagi kita muterin keraton sampai siang, niat banget kan pagi-pagi udah nongol dikeraton, sembari bersenda gurau dengan seseorang disebelahku yang sering hilang gara-gara sibuk foto-foto dibelakang. Pagi itu disana udah kayak ada pertemuan ASEAN aja, ada orang jepang, korea, taiwan, Amerika (mungkin hihi ), dan bule lokal yaitu kita sendiri😳 Nah disana ada gitu dua sosok anak manusia yang sibuk melarutkan diri dalam rombongan bule-bule itu, bulenya kekiri ngikuttt kekiri,,,bulenya kekanan ngikutt kekanan, sesaat aku berfikir apa yang terjadi dengan anak-anak itu:mrgreen:

Sore nya sempat keliling juga sama bendi, entah kenapa bendinya miring sebelah setelah diselidiki ternyata memang bendinya yang oleng kok hehe😉.

Salah satu yang paling khas sama Malioboro itu ya lesehannya. Makanannya enak-enak sampai-sampai ada yang makan 2 piring. Sesekali musisi jalanan singgah menunjukkan kebolehannya, juga ada pelukis dan pengemis. Semua melakoni perannya masing-masing, menyatu dalam berbagai pendaran warna Malioboro yang indah pada malam itu😉

51 thoughts on “Selembar Cerita di Malioboro

  1. hap hap hap. . .

    sekarang masih di jogja gak, mba. . .
    kalau masih tak susul. . .😀

    Aaaaah, itu foto terakhir kurang WOW, madep sini atuh. . .😛

    • aitakataa….aitakataa…. yeahhh

      (neng idah semangat terussss)😆

      kalo skrg udah dikampung lagi neng idah, foto terakhir emang sengaja gitu,,biar misterius… ehm😳

  2. Uni..fny dari dulu kepengeeeeeeenn banget ke Jogja…tapi belum kesampaian…hiks…ngelihat foto2 uni, jadinya tambah ngiler pngen kesana…hihhiiiii…:-D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s