Perjuangan Menuju Jogja Tahun ini

Setelah beberapa hari nggak ada postingan karena ada tugas negara hehe:mrgreen: , rasanya kangen juga. Berjuta kata berjuta cerita rasanya meluap-luap dan mau tumpah disini. Ahh…tunggu..tunggu…, aku harus berusaha merunutnya dari awal biar gak sembrawutan. 

Dimulai dari awal mau berangkat ke Jogja kemaren. Sepertinya keberangkatan ke Jogja selalu punya cerita buatku,seperti tahun lalu setelah meraung-raung ditinggal pesawat untuk berangkat ke Jogja kali ini aku juga mengalami musibah. Judulnya emang bukan ketinggalan pesawat lagi tapi tema nya sama-sama bikin bokek. Sore hari sebelum keberangkatanku dompet ku berpindahtangan alias dicuri.

22 September 2012

Tekape

Ceritanya waktu itu aku mau shalat ashar di Mesjid Al-Hanif Kodim Bukittinggi, awalnya emang ada firasat nggak enak sama tu dompet, rasa-rasa mau pisah aja gitu. Firasat itu muncul ketika aku bayar teh botol yang ternyata itulah terakhir kalinya sang dompet melaksanakan tugasnya untukku .

Singkat cerita ketika memasuki tempat wudhu perempuan Mesjid Al Hanif ternyata airnya tidak ada. Wah wah…semua kran tidak mengeluarkan air setetespun, namun sekilas aku lihat bapak-bapak yang wudhu di tempat wudhu laki-laki keluar dengan wajah basah dan itu tandanya ada air disebelah. Sempat berfikir mau numpang wudhu disana, cuma aku menunggu kalau-kalau ada perempuan lain yang mau wudhu bareng di sana, biar ada temen:mrgreen:

Syukurnya ternyata ada ibu-ibu yang juga mau wudhu, langsung saja aku dengan bahagia menuju kesana tentunya setelah tempat wudhu laki-laki itu sepi. Nah ketika mau masuk toilet si ibu maunya bareng, “sama aja kita” itu kata si ibu. Aku awalnya bingung, lha toiletnya masih banyak yang kosong lalu kenapa siibu mepet-mepet mau satu toilet denganku. Namun karena aku baik aku mau aja dan  menutup pintu dengan wajah penuh mikir tapi nggak bertindak apa-apa.

Tahukah kamu apa yang terjadi setelah itu. Detik-detik pertama dalam toilet kita saling bingung mau ngapain, akhinya aku mengambil tindakan dulu maksudnya wudhu duluan dan si ibu milih gantungin tasnya di belakang pintu. Air didalam bak toilet juga gak kalah dikitnya, sehingga aku harus bungkuk buat ngambil air dengan gayung. Aku yang sedari tadi mengapit tas smbil ngambil air akhirnya nyerah dan ikut-ikutan si ibu gantungin tas di belakang pintu, yang berarti tasku tergantung disebelah tas si ibu.

Aku begitu semangat bungkuk-bungkuk ngambil air, sehingga aku tidak lagi menyadari apa saja yang dilakukan si ibu itu, difikiranku yang ada hanya bagaimana mengambil air sebanyak-banyaknya dan bajuku nggak basah. Sekilas yang aku tau beliau mengurusi tasnya yang belakangan aku ketahui ternyata sedang me-move on-kan dompetku ke tasnya. Selesai wudhu aku masih saja berfikiran baik,,,”duluan ya bukkk..”” kata ku, (anak yang manis🙂

Selesai shalat aku menuju ATM terdekat mengambil uang untuk berangkat ke Jogja besoknya. Apa yang terjadi aku tidak menemukan dompetku lagi, grasak grusuk sana sini aku tetap saja tidak menemukan dompet itu, di tas, diddalam baju, di jalan, dijembatan, di kantor polisi, di rumah sakit, di lapangan tetap saja aku tidak menemukannya. OH MY GOD…!! Apa yang harus aku lakukan, pikiranku kacau dan bingung dimana dompet itu hilang. Mau nangis rasanya air mataku tidak bisa keluar, setelah aku sadar dompetku memang benar-benar telah tiada akhirnya aku lepaskan untuk tertawa dan update status di fb…..yah  mau gimana lagi….🙄

“aku tetap berangkat ke jogja dengan pinjam sana sini, aku ikhlas, semoga uangnya berguna buat yang nyuri”

26 September 2012

Aku kembali ke Ranah Minang, ketika di Bandara aku di telfon oleh seorang teman yang menanyakan apakah aku pernah kehilangan dompet. Setelah aku jelaskan ternyata temanku itu mendapat kabar dari seorang sopir Angdes (Angkutan Desa) atau yang sering kami sebut ” oto Pelita ” bahwasanya  dompet dengan identitias lengkapku didalamnya telah ditemukan di mobil Angdes tersebut.   Mungkin saja si maling membuang dompet itu disana setelah menguras isinya.

Tidak tanggung-tanggung Bapak Sopir itu rela mengantarkannya, sehingga aku bisa kembali bertemu dengan dompetku. Walau duitnya sudah tidak ada yang penting kartu-kartu didalamnya masih lengkap.

dompetku kembali

Alhamdulilllah ya Rabb,,,,🙂 Jika Allah sudah berkehendak memang tidak ada yang tidak mungkin, sesuatu hal yang mustahil bagi kita, tapi itu mudah saja bagi Allah. Walau terpisah jauh dengan dompetku beberapa hari, buktinya dia bisa saja pulang begitu saja kehadapanku🙂 Rezeki memang nggak kemana….

Mobil Angkutan Desa Pelita

Terima kasih buat Bapak Sopir Pelita, semoga dimudahkan rezekinya dan dimudahkan hidupnya dan juga buat temanku Bang Indra Lesmana.

52 thoughts on “Perjuangan Menuju Jogja Tahun ini

  1. syukur atuh Za kalau dompetnya udah kembali…. semoga saja uang yang di ambil si pencuri segera tergantikan dg lebih banyak.

    dua jempol buat Bapak Sopir Pelita….

    • amiiinnn….
      iya kang yann…zaman skrg jarang bget yg kayak bapak itu…habis beliau narik, sorenya bliau sgaja nganterin dompet itu kerumah…

      • salut saja Za….

        beda dengan di sini tempo hari ada dompet yg ketinggalan di toko sebelah trus ada saksi mata yg melihat seseorang mengambilnya… tapi pas di tanyakan sama sekali gak ngaku……

        paraaahhhh…..

      • wahh….udah ada yg liat ttp aja gak ngaku ya kang…maling mana ada yang ngaku kang hee😉

        semoga saja masih byk lagi org kayak bapak sopir itu ya kanggg….🙂

  2. telat deh ngomen ceritanya uni..hiks *kerjaan ini membunuhku* whuaaa…wah dompetnya ketemu lagi ya uni?Alhamdulillah..uangnya dianggap sedekah aja..yg penting surat2 penting kayak KTP, ATM ga ikut hilang kan un?

    • lagi sibuk ya fan….;-)
      iya fan dompet itu pulg sendiri kerumah…pas balik dr jogja.. hehehe…
      alhamdulillah semuanya lengkap..kecuali uang…atm masih ada juga fan😉

      • kalau udah rezeki kita nggak akan kemana ya un…uang masih bisa dicari lagi uni…

        lumayan uni…capeeeeekkk..sampai-sampai kalau mau nulis di blog, bingung mau nulis apaan *blogger abal-abal*

  3. itu mesjid yang deket lapangan kantin bukan ya???

    aku dulu juga pernah ngalamin kaya gini, waktu di bus kampus.. Alhamdulillah dompetnya balik lagi,ditemuin ama supir bus kampusnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s