Novel “Aku, Kau dan Sepucuk Angpau Merah”

novel dan minuman kesukaanku

novel dan minuman kesukaanku🙂

Telat gak yaa aku posting soal Novel ini???.  Sebenarnya aku belinya pas buku ini terbit Januari kemaren, tapi sayangnya akhir-akhir ini aku lebih kecantol online dari pada plototin buku, akibatnya perjalanan membaca novel ini lambat macam siput menuju halaman terakhir.  Singkat cerita 19 Juni 2012, kira-kira pukul 23:00 WIB akhirnya novel ini tamat juga.

Menurutku ini Novel kedua Tere Liye yang bertemakan cinta-cintaan, setelah sebelumnya “Senja Bersama Rosie”. Novel bertemakan cinta emang kadang-kadang bikin bosan dan jenuh, pasti isinya itu-itu aja, mewek dan galau-galau gak jelas. Tapi Tere-Liye selalu punya cara berbeda dalam penyampaian ceritanya, sederhana dan apa adanya. Dan yang paling aku suka adalah quote-quotenya yang bisa dikopi dan dijadiin status di facebook hihi..:mrgreen:

Novel ini bercerita tentang si Borno seorang pemuda yang tinggal di Pontianak, bekerja sebagai penarik sepit di tepian Sungai Kapuas walaupun sebenarnya Borno tidak suka pekerjaan itu. Ayah Borno meninggal karena sengatan ubur-ubur saat Borno masih kecil. Namun sebenarnya nyawa Ayah Borno masih bisa diselamatkan, namun karena ada seseorang yang membutuhkan donor jantung, maka Ayah Borno merelakan jantungnya didonorkan.

Singkat cerita kemudian Borno bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Mei. Borno mengenal Mei lantaran karena Mei sering menumpangi sepit borno untuk pergi mengajar ke seberang.  Suatu hari Borno menemukan sebuah amlop berbentuk angpau disepitnya, setelah diselidiki ternyata itu adalah kepunyaan Mei. Ketika Borno hendak mengembalikan ternyata itu Cuma angpau biasa yang dibagikan oleh Mei untuk perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Nah setelah itu bla bla bla.. lalu bla bla bla…,

Akhirnya Borno dan Mei dekat, namun kedekatan mereka tidak sesederhana itu. Banyak sekali hal-hal yang menganggu kedekatan mereka. Borno sering mengandalkan Pak Tua sebagai penasihat cintanya. Sampai akhirnya tiba-tiba Mei menyuruh Borno untuk pergi menjauh tanpa alasan yang jelas. Bahkan Borno tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk mengetahui alasan Mei mengambil keputusan itu.

Borno menjadi merana sendiri, tapi Borno selalu bersabar menanti jawaban Mei . Bahkan Borno tetap menemui rumah Mei walaupun Mei tetap tidak mau bertemu, alhasil Borno hanya bisa menunggu dan ketika pulang selalu menitipkan surat kecil untuk Mei melalui Bibi Mei.

Nah setelah itu bla bla bla.. lalu bla bla bla…, akhirnya bla bla.. ..  :mrgreen:

Bukannya malah jawaban yang Borno dapatkan, Mei malah semakin menjauh pulang ke Surabaya…

Setelah itu bla bla bla lagi..dan bla bla bla,karena bla bla bla dan jadinya bla bla bla..

(Bang darwis tere liye ntar marah kalau aku bikin cerita lengkap disini, beli aja bukunya ya😉:mrgreen:

Bagus kan ceritanya hehe….  😆

Ada Beberpa Quote yang aku suka di novel ini😉😉

“Camkan, bahwa cinta adalah perbuatan. Nah, dengan demikian, ingat baik-baik, kau selalu bisa memberi tanpa sedikitpun rasa cinta, akan tetapi kau tidak akan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi”

“Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong”

“Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya”

“Sejatinya rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri apa memang sesuka ini”

“Borno cinta hanya segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gulai kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus mengumpal, membesar. Coba saja kaucueki, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat kayu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan”

“Langit selalu punya scenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang”

83 thoughts on “Novel “Aku, Kau dan Sepucuk Angpau Merah”

  1. Saya juga suka baca novel,,,tapi lebih kepda novel remaja islami🙂
    paling tidak bs nambah pengalaman hidup..
    Tapi novel nya yg ebook (.pdf) hehehe..

    • hehe..
      sama kok, aku juga…😉 tapi tere liye beda lho, meskipun bukan novel islami, novelnya gak lebay…dia lebih menonjolkan sisi kesederhanaan dalam memandang kehidupan…
      novel tere liey yang islami juga ada..😉
      ebook?? hehe…😛 , kalo aku baca ebook malah ngantuk

  2. Wah, saya belum baca novel itu, tapi yang jadi pertanyaan adalah kapan sih saya baca novel sendiri? Hahahaha… Susu Ultranya enak tuh… Kirain ada hubungannya antara gambar susu Ultra itu dengan cerita di novel ini…

  3. aha jualan susu ultra skrang ya bla…bla…😛
    saya juga bla..bla..bla… dan bla..bla.. mudah mudahin ngerti ya bhasanya bla..bla….😆

  4. berapa mbak harganya? pengen beli, tapi ngelihat tebelnya kok kayaknya harganya kurang nyante:mrgreen:
    saya punya sunset bersama rosie, tp agak kecewa deh😦
    semoga karyanya yg ini lebih memuaskan deh😀

  5. ado berkata:

    Asslm Wr Wb
    boleh pinjem gaaak koleksinyaa?(kalo ada yg gratisan ngapain beli :p) aku belum baca yg ini “sunset bersama rosie, rembulan tenggelam diwajahmu sama yang kau aku dan sepucuk angpau merah”
    Thanks😀

  6. mau nanya nih, kira2 sunset bersama rosie vs aku, kau dan sepucuk angpau merah, bagus mana ya? kalau mau beli kira2 yg mana dulu nih yg direkomend? Thx🙂

  7. habiebvanreze berkata:

    wah aq juga penggemar tere liye lho .makanya aq bisa kesasar sinilho.hehehehee
    juga mau tanya cara buat blog g mana sih

  8. Fania Hanny berkata:

    Kak boleh gak aku minta link atau pdf nya novel bang tere liye yang aku kau dan sepucuk angpau merah versi online? Aku nyari ga ketemu :”)

  9. Setiap ke toko buku selalu liat banyak banget buku novel Tere Liye, tapi belum tergerak membelinya. Entah suatu saat.
    Saya suka baca novel jaman baheula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s