Si Moci di Pagi Hari

moci merasakan sakit, ada yang remuk disini katanya, sambil mengarahkan telunjuk ke arah dada nya….Untuk bsa tertawa atau tersenyum atau sedikit menampakkan gingsulnya saat ini ternyata bukan lah hal yang mudah…Melawan perasaan ternyata lebih susah dari pada melawan gordon, tau kan siapa gordon?? (baca:musuh power ranger).

moci memilih backsound “Utuh-by tangga….

”semkin ku ingkari…..

semakin ku mengerti……

hidup ini tak lengkap tanpamu……

aku mengaku bisa, tapi aku tak bisa…….”

Wah…moci merasa nyambung baget sama lagu itu, dia merasa Tangga lah yang paling mengerti bagaimana suasana hatinya saat ini…, sembari memutar2 ulang lagu itu…moci berfikir…”apakah tangga saat menciptakan lagu itu, juga berada di posisi dia seperti saat sekrg ini”??, apakah tangga juga uring2an, bangun jam 6 pagi tapi keluar dari selimut jam 10, wajah kusut, jarang mandi, ….apakah tangga juga kayak gitu sampai akhirnya dia bisa berdamai dan bisa berkarya lewat lirik2 lagu…

Ah….masa sih,…kalau memang Tangga merasakan juga remuk redam yang dia rasakan? Mengapa dia masih sempat2nya nge lagu??? Sedangkan dia saja udah g sempat lagi ngapa2in, jangan kan bikin lirik lagu, bikin mie rebus aja udah males……, tapi bukankah moci g suka mie rebus dari dulu? Dia cuma suka mie goreng…tapi mie goreng kan di rebus dulu, sama aja kan?? Ah… Bahas apa sih…???

Yaaa, begitulah…., sambil menarik nafas berat dan bau moci masih saja belum bisa beranjak dri tempat tidur…., ini berat sekali katanya…., iya badan moci emg berat, tapi bukan itu mksud moci…bukan berat badan yang membuat moci males menggerakan badannya menjadi 90 derajat…alias duduk…, tapi semua beban dikepalanya menjadikan moci tak lagi semangat untuk melakukan apa2….Tidak…moci tidak sakit hidrosefalus yang membuat kepalanya mempunyai beban…tapi beban pikiran, dramatis emang.

Tapi apa boleh buat itu lah kenyataan nya saat ini, ternyata takdir moci di pagi ini, bukan shit up mengecilkan perut seperti yang direncanakanya kemaren, tpi hanya tergolek indah dengan segala galau yang dia punya… Ternyata meskipun melawan perasaan lebih susah dri pada melwan gordon, lebih susah lgi melawan takdir..

Oalah….

Sebenrnya tidak ada yang mengenakkan ttp terbaring jam segini pikirnya, tapi dia seperti kerasukan…kerasukan jin patah hati yang menjadikan kasur adalah singgasana yang paling indah….padahal tidak akan merubah apa2, sesaknya tidak akan berkurang sedikitpun, tapi masih saja tidak bsa beranjak…..

satu2nya yang bisa bikin moci berdiri saat ini hanya satu..ya..

 ”mociiiiiiiiiii……bangguuuunn, cuci piringgg”!!!!!

iya suara itu….omelan kakak tua nya (burung donk), mksudnya kakak yang udah tua, eh kakak yang paling tua…

Ah….moci harus bangun….berdamai sejenak dengan luka, hanya sejenak….break sebentar, siapa tau dunia luar ada yang bisa membntunya keluar dari bising suara hatinya..

Moci yang malang…

6 thoughts on “Si Moci di Pagi Hari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s