Kalah

“Tiba saat mengerti jerit suara hati
yang letih meski mencoba ,,melabuhkan rasa yang ada
mohon tinggal sejenak, lupakanlah waktu
temani air mataku teteskan lara, merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi”

Malam dan hujan….kolaborasi indah orkestra pengantar resah. Andai saja aku bisa sedikit bijak dengan rasa, Mungkin aku tidak akan menjadikan malam ini begitu dingin. Bisa saja menjadi satu malam paling nyenyak menuju pagi…..Tapi sayangnya aku kalah melawan rasa itu, aku kalah melawan bayang-bayang yang terlalu menawan untukku acuh…, aku kalah itulah yang aku dengar ketika tatapanmu menerpa kornea mataku, mengirim kode-kode rahasia ke beribu jaringan ditubuhku, menerobos aliran-aliran darah, walau aku tidak tau bagaimana prosesnya hingga otakku menyimpulkan “ini terlalu indah”.

Kau tau apa yang terjadi setelah itu? Aku seperti dihantar ke suatu dimensi yang tidak aku kenal, tidak ada yang benar disana, tidak ada yang pasti disana, hanya ada gelembung-gelembung rasa yang tidak jelas inginnya apa?? Aku seperti disihir dan kehilangan pikiranku sendiri… Segala kekuatan seperti enggan untuk keluar, aku ingin menjadi lemah dan manja….segala hal menjadi sangat hiperbola… dan kau jangan heran ketika hanya gigitan nyamuk membuatku seperti telah dihisap drakula…. haha… , sudah kubilang aku sedang berada dalam dimensi yang tidak aku kenal….jangan kau tanya lagi karena aku pun tidak mengerti.

Sulit sekali membangkitkan logika, akan banyak penerjemahan maksud yang tidak kau tau dengan mudah….aku tidak mengerti dalam kamus apa semua bahasa itu aku kenal….??? yang aku tau hanya satu kau harus mengerti…ya mengerti….!! Karena rasa itu terlalu dalam dan jauh, terlalu berliku-liku, aku tidak tau diruang bagian mana, dalam jaringan mana, dan dalam sel apa itu semua bersemayam sehingga begitu sulitnya bagiku untuk mengungkapnya, menerjemahkannya kedalam bahasa logika. Bahkan diriku saja sering tidak mengerti…..ya banyak yang tidak aku mengerti ketika senyummu masuk kedalam kornea mataku dan mengirim kode-kode rahasia ke beribu jaringan ditubuhku, menerobos aliran-aliran darah, walau aku tidak tau bagaimana prosesnya hingga otakku menyimpulkan “ini terlalu menyenangkan”.

Sempurna sudah kekalahanku ketika Malam tetap saja diam, sedangkan aku bergemuruh melawan diriku …melawan sihir-sihir itu sendiri….

“Inilah bagian rumit menjadi bagian tulang rusuk dan makhluk dari venus”  pikirku…

3 thoughts on “Kalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s