Bandara di Pasaman Barat

Oh ya aku belum sempat cerita ya disini. Januari lalu akhirnya aku disumpah menjadi Pegawai Negeri, penantian yang lama dan sangat dramatis namun hasilnya Alhamdulillah😀. Seperti biasa aku memang selalu mengambil bagian di moment-moment yang sangat memacu adrenalin, aku nyaris saja akan sulit mengurusi pengangkatanku ini, karena udah hampir 2 tahun menjadi “calon” PNS. Dan seperti biasa di detik-detik terakhir akhirnya aku terselamatkan juga. Mungkin kata-kata “detik-detik terakhir” perlu aku blok seperti ini “detik-detik terakhir”. Memang keajaiban itu selalu datang didetik-detik terakhir.

Dua tahun hidup sendiri di Pasaman Barat, ternyata cukup membuatku mencintai daerah ini. Menurutku mungkin Pasaman Barat adalah salah satu daerah pemekaran yang bisa maju begitu pesat. Disamping juga daerah yang kaya akan sumber daya alam (ciyee gw ngomong udah kayak menteri apaaa gtu :p). Desember lalu Pasaman Barat atau yang lebih dikenal dengan Simpang Ampek baru saja melakukan uji coba pendaratan pertama di Bandara Laban. Iya Bandara,….kita disini punya Bandara namanya Bandara Laban..keren khan?, tapi jangan ngebayanginnya kyk BIM atau Soetta.
Sushi Air

Bandara Laban atau Bandara Perintis Laban merupakan Bandara feeder (pengumpan) kedua di Sumatera Barat setelah Bandara Rokot di Kabupaten Kepluauan Mentawai. Bandara ini mempunyai panjang landasan pacu (run way) sepanjang 700 meter. Dibangun diatas area yang luasnya 20 hektar, sangat cocok dilandasi pesawat jenis Foker atau Cassa dengan kapasitas maksimal 50 seat (penumpang). Lokasi ini dulunya merupakan bekas bandar udara milik sebuah perusahaan sawit dan sudah 12 tahun ditinggal alias tidak dipergunakan lagi. Bandara ini dibangun dengan biaya total Rp15 miliar, yang terdiri dari landasan pacu, terminal, dan akses jalan menuju bandara. Tahun 2012, sejalan dengan penggunanaan secara komersialisasi, maka fasilitas bandara ini akan terus dilengkapi. (bacanya pake gaya2 dessi anwar *)


Uji coba pendaratan Desember lalu berjalan sukses dengan menggunakan pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Sushi Air dengan jarak tempuh dari Padang ke Pasaman Barat sekitar 35 menit. Cessna 208 B merupakan pesawat dengan mesin turboprop tunggal, fixed-gear dan merupakan pesawat regional jarak pendek. Dengan suksesnya uji penerbangan ini, Bandara Laban akan segera melayani penerbangan. Rencananya, Pemkab Pasaman Barat menyiapkan tiga rute penerbangan komersial, yakni Simpang Empat Pasaman Barat (Pasbar) – Padang, Simpang Empat – Pekanbaru, dan Simpang Empat – Medan via Bandara Aek Nan Godang (Sibolga).

Gimana?????Keren khan…….?????

Tapi meskipun begitu, aku gak bakal pulang kampung tiap minggu naik pesawat. Bus atau travel atau tebengan akan tetap jadi pilihan. Pasaman Barat-Padang aja tiketnya kisaran Rp. 300 ribuan, hmmmm…..mahaaall T.T.

sumber
http://www.antaranews.com
http://kliksumbar.com

8 thoughts on “Bandara di Pasaman Barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s