Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Rabb yang Maha Pemurah yang telah mengajarkan Al-Qur’an

Dia telah menciptakan manusia

Mengajarnya pandai berbicara

matahari dan bulan beredar menurut perhitungan

Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan)

Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya)

Maka Nikmat Rabb kamu yang manakah yang akan kau dustakan lagi?

(QS.Ar-Rahman)

Mungkin tanpa kita sadari kita terlalu sering mengeluh, selalu merasa kekurangan, selalu merasa yang paling susah, selalu merasa yang paling sengsara, tanpa kita sadari sesungguhnya kita yang tidak pernah bersyukur. Begitu banyak nikmat yang telah diberikan Allah, namun kita sering tak punya waktu untuk memikirkannya, kita lebih sibuk menghitung-hitung kekurangan, lebih sibuk memikirkan apa yang tidak kita miliki sehingga kita lupa bersyukur atas apa yang telah kita miliki.

Cerita dibawah ini mungkin bisa sedikit mengingatkan kita untuk bersyukur…..

Sebuah kisah nyata …. Nikmat Kesehatan
Kisah ini… bisa merubah hidup kita, merubah cara berfikir kita serta orientasi hidup kita. Kisah yang semakin menyadarkan kita betapa kita harus bersyukur atas semua karunia dan nikmat-Nya yang tak terhingga. Sekalipun kita berusaha mengeja setiap nikmat-Nya, kita tak akan pernah bisa. Tak akan pernah bisa. Allah hanya membutuhkan syukur kita. Ya, setidaknya itu sebagai bukti rasa terima kasih kita kepada-Nya.
Ini adalah kisah seorang lelaki dari Bahrain yang bernama Ibrahim Nasser. Dia telah lumpuh sepenuhnya sejak lahir dan hanya bisa mengerakkan kepala dan jari-jemarinya. Pernafasannya juga terpaksa menggunakan alat bantuan pernafasan.

Ibrahim telah menanam keinginan untuk bertemu dengan Sheik Nabeel Al-Wadi seorang ulama’ dari Kuwait. Ayah Ibrahim telah memohon kepada Syeikh Nabeel Al-Wadi agar dapat menunaikan hajat anaknya Ibrahim untuk berjumpa dengannya.

ni gambar Syeikh Nabeel di Lapangan Terbang dalam perjalanan untuk berjumpa dengan Ibrahim.

Ibrahim tersangat gembira dapat berjumpa dengan Sheikh Nabeel ketika beliau membuka pintu biliknya. Kegembiraannya dapat digambarkan pada raut wajahnya sehingga sukar baginya untuk berkata-kata pada mulanya. Saat-saat ketika Syeikh Nabeel masuk ke dalam bilik Ibrahim

Dan ini adalah wajah kegembiraan Ibrahim bila dapat berjumpa dengan Syeikh Nabeel. Perhatikan alat pernafasan dileher Ibrahim…dia tidak dapat bernafas secara normal.

Syeikh Nabeel mencium dahi Ibrahim.

Ibrahim bersama-sama ayah, paman dan Syeikh Nabeel

Syeikh Nabeel dan Ibrahim berbagi cerita tentang dakwah melalui internet dan segala macam usaha yang diperlukan olehnya. Mereka juga berbagi cerita tentang perkara lain.

Semasa perbincangan mereka , Syeikh Nabeel telah mempertanyakan satu pertanyaan yang telah menyebabkan Ibrahim tidak dapat menahan tangisan lantas berderai air mata. Ibrahim tidak dapat menahan air mata yang mengalir apabila mengenangkan pengalaman yang menyedihkan.

Syeikh Nabil mengusapkan air mata Ibrahim

Apakah pertanyaan yang telah menyebabkan Ibrahim tidak dapat menahan kesedihan sehingga menangis sesenggukan ?

Syeikh Nabeel telah bertanya kepada beliau, “Sekiranya Allah memberikan dia nikmat kesehatan sehingga dia bisa berjalan, apakah yang akan dilakukan olehnya ?”


Mendengar pertanyaan ini, Ibrahim telah menangis sepuas-puasnya sehingga ayahnya, pamannya dan kesemua orang di dalam bilik itu termasuk juga fotografer juga menangis penuh keharuan.

Dia menjawab, “Demi Allah jika saya bisa berjalan maka saya akan menunaikan sholat saya di masjid dengan penuh gembira dan akan menggunakan segala nikmat kesehatan untuk mendapat redha Allah.” Allahu Akbar ! Allahu Akbar !, Allah, maafkan atas segala kekhilafan dan kesalahan serta kurang bersyukurnya kami atas semua nikmat dan kurnia-Mu.

“Ada dua nikmat yang manusia tertipu dengannya; nikmat kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, ad-Darimi, Ahmad, al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah, Thabrani).

Sumber : http://www.tebardakwah.com (copy-edit-paste dan tambah)

 

One thought on “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s