Bukti Ilmiah Cinta Itu Buta

Rasa cinta ternyata dapat mengaktifkan beberapa bagian otak dari sang pencinta. Hal ini dibuktikan melalui penelitian terhadap gambar-gambar fungsional magnetic resonance imaging (fMRI) dari otak orang yang sedang jatuh cinta. Bagian otak yang aktif adalah daerah kortek dan subkortek; daerah yang diketahui mempunyai aktifitas dopaminergik dan terkait dengan senyawa dopamin dan serotonin. Dopamin adalah senyawa yang dapat menimbulkan rasa senang. Sedangkan serotonin dianggap penting dalam mengatur hubungan emosional juga ikatan antar individu.

Menariknya, ketika bagian kortek dan subkortek ‘menyala’, bagian otak lain seperti temporal, parietal, and kortek frontalis yang dianggap berperan pada pengambilan keputusan malah meredup. Mungkin inilah yang menyebabkan orang yang jatuh cinta agak tidak rasional dan benar kata orang bahwa ‘cinta itu buta”.

Penelitian ini dilakukan terhadap 24 orang sukarelawan. Setengah dari sukarelawan adalah pria dan setengahnya lagi adalah wanita. Enam orang dari masing-masing jenis kelamin adalah homoseksual, dan 12 sisanya adalah heteroseksual. Reaksi hampir sama ditunjukkan, baik oleh sukarelawan pria atau wanita, baik homoseksual maupun heteroseksual.

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari University College London dan dipublikasikan di jurnal PLOS One.

copas: http://www.wartamedika.com/2011/01/bukti-ilmiah-mengapa-cinta-itu-buta.html (dari pd gak posting, lumayan nambah ilmu, :D)

One thought on “Bukti Ilmiah Cinta Itu Buta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s